Terkait Penundaan Pilkada Aceh 2022, Senator Fachrul Razi: Dua Pilihan, Bangai That atau Bangai That…Thaat…

  • Whatsapp

LHOKSEUMAWE | kliksumut.com – Ikatan Keluarga Alumni Magister Hukum Universitas Malikussaleh (UNIMAL) menggelar Diskusi Publik dengan Tema ; “Pilkada Aceh 2022 atau 2024 Dalam Perspektif Kekhususan Aceh”, Sabtu (3/4). Kegiatan Diskusi berbarengan dengan Pelantikan Himpunan Mahasiswa Magister Hukum Periode 2020/2021 bertempat Aula Meurah Silu, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe.

Adapun sebagai Pemateri diantaranya ; Ketua Komite I DPD RI H. Fachrul Razi, MIP, Anggota Komisi I DPRA Fraksi Gerindra H. Ridwan Yunus, SH, Dosen Pascasarjana Hukum Universitas Riau Dr. Mexsasai Indra, SH. MH serta Ketua KIP Aceh Utara Zulfikar, SH, M.H.

Ketua Komite I Fachrul Razi dalam paparannya mengatakan, Jika Pilkada dilaksanakan pada tahun 2024, maka selama hampir dua tahun Provinsi Aceh akan dipimpin oleh Penjabat Gubernur. Hal ini menjadi masalah dalam konteks efektivitas manajemen pemerintahan daerah Jika pilkada dan pemilu dilaksanakan serentak pada 2024 masyarakat tidak bisa melakukan evaluasi pemerintahan baik kepada pemerintahan nasional demikian pula terhadap pemerintahan daerah. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan berhak melakukan evaluasi dan memastikan pilihan yang terbaik buat mereka.

Baca juga: Miliki Sabu Dua Pria Di Aceh Utara di Ditangkap Polisi

Bacaan Lainnya


“Kami di DPD RI dalam Paripurna telah menyampaikan dukungan Pilkada Aceh dilaksanakan tahun 2022. Kita boleh saja menjalankan Pilkada 2022, tidak perlu ikut Pilkada serentak 2024 yang merupakan domain pilkada nasional. Pilkada Aceh adalah Pilkada Asimetris, bukan pilkada umum yabg bersifat nasional,” tegas Fachrul Razi.

Dirinya mengatakan bahwa Pilkada 2022 dapat menggunakan UUPA dan sumber anggaran Aceh cukup berasal dari APBA, tidak perlu dari pusat serta penyelenggaranya adalah KIP Aceh bukan KPU.

Pos terkait