EDITOR: Ahmad Zulfikar Sagala | REPORTER: Rahmat Khairul Daulay
TAPANULI TENGAH | KLIKSUMUT.COM – PT. Agincourt Resources (AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menetapkan enam target yang harus dicapai pada tahun 2030.
Hal itu disampaikan Manager Environmental PT AR, Mahmud Subagya, dalam seminar Peningkatan Kompetensi Jurnalis dalam Penerapan Aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di PIA Hotel Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Selasa (5/3/24).
Hadir sebagai pembicara ESG Risk and Sustainable Finance Consultant Leonard Tiopan Panjaitan, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ing. Ternala Alexander Barus, M.Sc, Manager Environmental PT Agincourt Resources Mahmud Subagya dan Manager Community Development PT Agincourt Resources (AR) Rohani Simbolon. Redaktur Medanbisnisdaily Benni Pasaribu berperan sebagai moderator.
BACA JUGA: Rayakan Hut ke 111, Sharp Greenovation Ajak Konsumen Jaga Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Subagya mengatakan, enam target PT. AR tersebut adalah penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (EGRK) mencapai 30%, pengunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan menerapkan program Astra dalam transisi energi mencapai 50%, pengelolaan mutu dan kualitas air, penguatan pengolahan limbah pabrik, keberagaman dan inklusivitas, serta peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
“Untuk menuju kesana, PT AR perlu melakukan penguatan dengan menerapkan ESG sesuai pengelolaan usaha pertambangan yang baik, good mining practice, dengan mengacu pada regulasi pemerintah,” sebut Subagya.
Sementara Manager Operations PT AR, Wira Dharma Putra mengatakan, pihaknya melakukan penanaman 8.510 bibit pohon di berbagai tempat dalam upaya menurunkan Efek Rumah Kaca dan pemanasan global. Selain itu, PT AR terus memaksimalkan pemanfaatan solar panel sebagai sumber energi ramah lingkungan untuk mendukung operasional kantor dan Tambang Emas Martabe sesuai program Astra Transisi Energi.
“Kita sudah gunakan 42 solar panel dilingkungan kerja yang mampu menghasilkan 190.000 Kwh,” jelas Wira.
BACA JUGA: Smartfren Raih Indonesia Green Awards 2024 dengan Program eSIM dan Edukasi Lingkungan Bebas Sampah
Lebih lanjut, Wira mengaku, ESG memiliki peranan penting dalam industri pertambangan dan menjadi perhartian serius para investor guna melihat efektivitas program yang telah berjalan, sekaligus menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.
“Jadi, masyarakat pun menjadi Environmental, Social, sebagaimana kita mengelola hubungan sosial dalam masyarakat. Bagaimana tatanan pengelolaan menjadi hal yang mendapat perhatian sekarang. Sebagai pelaku usaha pertambangan, hal ini kami sadar, bahwa ini penting buat kami,” ujarnya.
PT. AR juga mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjalankan program yang ada sebagai bentuk komitmen keterbukaan dan transparasi.
“Kami sebagai perusahaan, terbuka atau transparan ke semua orang, termasuk orang sekitar kami. Dan kami melakukan hal yang baik ke masyarakat,” ujar Wira.
Guru Besar Fakutas MIPA USU, Prof. Dr. Ing. Ternala Alexander Barus, M. Sc mengatakan, pihaknya telah melakukan penelitian komprehensif untuk mengetahui kadar dan kualitas air Sungai Batangtoru. Hal ini sesuai dengan program pengelolaan kualitas dan mutu air yang diberlakukan PT AR.
BACA JUGA: PGN Raih 9 Penghargaan di Ajang Anugerah Lingkungan Proper 2023
”Ada 25 titik air Sungai Batangtoru diambil sebagai simple untuk meneliti kualitas air. Itu kita lakukan tiap 3 bulan sekali,” ujar Barus.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian laboratorium, kualitas air Sungai Batangtoru relatif baik dengan kadar limbah di bawah ambang batas tolerasi mutu baku.
”Dari uji laboratorium yang kami lakukan terhadap biota air, hasilnya baik dan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Manager Community Development PT AR, Rohani Simbolon mengatakan, guna mendukung tercapainya target 2030, pihaknya juga melakukan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam upaya mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar PT AR.
“Adapun sasaran yang dicapai PT AR itu adalah penganekaragaman dan pengembangan mata pencaharian berbasis potensi lokal, pengembangan ragam sentra usaha berbasis potensi lokal dan pengembangan pusat pelatihan kewirausahaan, industri kreatif dan pertanian berkelanjutan,” sebut Simbolon.
Seminar Peningkatan Kompetensi Jurnalis dalam Penerapan Aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dimaksudkan agar para awak media memahami secara komprehensif bagaimana PT AR melibatkan lingkungan sosial di sekitarnya dalam mengelola keanekaragaman hayati menyongsong prinsif Pertambangan Berkelanjutan. (KSC)








