KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekonomi di Pulau Sumatera. Berdasarkan data triwulan III 2025, kontribusi Sumut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 23,6 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,55 persen.
“Kondisi ini menegaskan posisi Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di kawasan barat Indonesia,” ungkap Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ismail Riyadi, Sabtu (8/11/2025).
BACA JUGA: OJK Dorong Literasi Keuangan, FinExpo 2025 Jadi Puncak BIK di Surabaya
Ismail menyebutkan, hingga September 2025, Sumut menjadi rumah bagi 107 entitas perbankan, 196 entitas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), dan 96 entitas pasar modal yang aktif mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini tercatat sebesar Rp312 triliun, mengalami pertumbuhan 13,6 persen secara tahunan (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 1,89 persen.
Dari total penyaluran kredit, segmen korporasi mendominasi dengan nilai Rp138,5 triliun atau 44,37 persen. Segmen konsumsi menempati posisi kedua sebesar Rp92,4 triliun (29,62 persen), diikuti oleh segmen UMKM sebesar Rp81,2 triliun (26,02 persen).
BACA JUGA: Fasilitasi Pertemuan, OJK Minta Pindar DSI Kembalikan Dana Lender yang Tertahan
Dari sisi sektor usaha, kredit perbankan terbesar disalurkan ke sektor pengolahan mencapai 25,17 persen, sektor pertanian 17,41 persen, dan sektor perdagangan besar sebesar 15,33 persen.
“Penyaluran kredit ini menunjukkan peran strategis pembiayaan perbankan dalam mendukung aktivitas produksi, ketahanan pangan, serta distribusi perdagangan di Sumatera Utara,” ujar Ismail.
BACA JUGA: OJK Sumut dan Pemko Tebingtinggi Resmikan Galeri Investasi di Mal Pelayanan Publik
Kota Medan, sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di provinsi ini, menyumbang hampir 50 persen dari total kredit perbankan Sumut, atau sekitar Rp150 triliun.
Jumlah tersebut disalurkan melalui 57 bank umum dan 16 BPR/BPRS. Selain itu, kota ini juga didukung oleh 2 entitas Dana Pensiun, 27 perusahaan pergadaian, dan 50 entitas Penyelenggara Varia Manfaat Lain (PVML), yang memperkuat aktivitas sektor keuangan di wilayah ini. (KSC)
REPORTER: Swisma







