KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengalokasikan anggaran Rp2,71 miliar untuk membangun tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Sembahe–Tambunan, Desa Tambunan, Kecamatan Sibolangit. Pembangunan ini dilakukan untuk mencegah badan jalan terputus akibat longsor sekaligus memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, mengatakan lokasi tersebut merupakan salah satu titik yang mengalami longsor parah saat bencana pada akhir 2025. Karena itu, pembangunan tembok penahan tanah menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi jalan.
“Tujuannya agar jalan ini tidak terputus. Karena waktu bencana, ini merupakan titik longsor yang sangat parah sehingga jalan ini tidak terputus, makanya kita buat tembok penahan,” ujar Suparno, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, proyek tersebut menggunakan anggaran Dana TKD Tambahan Tahun 2026 dengan pagu sebesar Rp2.714.400.000.
Pembangunan dilakukan pada dua titik. Titik pertama memiliki panjang 15 meter dengan tinggi 5 meter, sedangkan titik kedua sepanjang 16 meter dengan tinggi 8 meter.
Pekerjaan dimulai pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada November 2026. Hingga pertengahan Oktober, progres pengerjaannya telah mencapai 60 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (15/10/2026), sejumlah pekerja masih melakukan pemasangan rangka bekisting dan pengecoran dinding tembok. Pada salah satu titik, sebagian besar dinding telah dicor, sementara di titik lainnya pekerja masih mempersiapkan rangka untuk pengecoran.
Kondisi jalan di lokasi tersebut masih memerlukan perhatian. Sebagian badan jalan di sisi kiri, jika pengendara bergerak dari Kecamatan Sibolangit menuju Kecamatan Sibiru-biru, telah amblas akibat longsor. Permukaan jalan yang tersisa juga tidak rata dan berpasir sehingga pengendara sepeda motor maupun mobil harus berhati-hati saat melintas.
Jarak antara tembok penahan tanah dan sisa badan jalan yang tidak terdampak longsor diperkirakan sekitar tiga meter. Ruang tersebut direncanakan ditimbun tanah, kemudian bagian atasnya dicor untuk memperbaiki badan jalan sekaligus menyediakan bahu jalan.
Suparno mengatakan, pembangunan TPT di Desa Tambunan berawal dari laporan masyarakat mengenai longsor di lokasi tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya melakukan survei lapangan dan menyusun perencanaan penanganan.
Menurutnya, anggaran TKD Tambahan diberikan kepada pemerintah kabupaten secara global. Selanjutnya, tim anggaran daerah menentukan kegiatan prioritas untuk mempercepat pemulihan dampak bencana.
Selain di Desa Tambunan, pembangunan TPT juga dilaksanakan di Desa Cinta Rakyat dan Desa Ketangkuhan, Kecamatan Sibolangit.
“Di Kecamatan Sibolangit ini ada lima kegiatan yang didanai TKD untuk pembuatan tembok penahan. Ada di Desa Tambunan, Desa Cinta Rakyat, dan Desa Ketangkuhan. Di dalam tiga desa ini ada pembangunan lima tembok penahan tanah,” jelas Suparno.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat dari Pancur Batu menuju Sibolangit maupun sebaliknya. Jalan Sembahe–Tambunan juga menjadi salah satu jalur alternatif perjalanan Medan–Berastagi apabila terjadi kemacetan di jalan nasional.
Pemulihan Jalan Pascabencana Sumatera Terus Dipercepat
Pembangunan TPT di Jalan Sembahe–Tambunan merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur daerah setelah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemulihan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan.
Hingga 5 Oktober 2026, seluruh jalan dan jembatan nasional di ketiga provinsi tersebut dilaporkan telah pulih 100 persen. Namun, penanganan jalan dan jembatan daerah masih terus dipercepat untuk memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan nasional telah mencapai target.
“Untuk infrastruktur jalan nasional dan jembatan nasional itu sudah 100 persen hingga hari ini,” kata Amran.
Ia menjelaskan, progres pemulihan jalan daerah di Aceh mencapai 94,20 persen, Sumatera Utara 98,53 persen, dan Sumatera Barat 83,23 persen.
Sementara itu, progres pemulihan jembatan daerah mencapai 58,93 persen di Aceh, 93,98 persen di Sumatera Utara, dan 59,50 persen di Sumatera Barat.
Amran, yang juga menjabat Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, menegaskan bahwa penanganan jembatan daerah terus diupayakan hingga selesai. Pembangunan sejumlah jembatan Bailey juga mendapat dukungan TNI Angkatan Darat dan Polri.
Deli Serdang Catat 36 Ruas Jalan Daerah Fungsional
Berdasarkan data kegiatan perbaikan jalan dan jembatan Satgas PRR Pascabencana Sumatera per Rabu (14/10/2026), sebanyak 30 ruas jalan di Sumatera Utara yang ditangani pemerintah pusat telah berstatus fungsional.
Selain itu, sebanyak 607 ruas jalan yang diperbaiki pemerintah daerah di Sumatera Utara juga telah berstatus fungsional. Meski demikian, masih terdapat sembilan ruas jalan yang terputus dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Khusus di Kabupaten Deli Serdang, dua ruas jalan yang ditangani pemerintah pusat telah berstatus fungsional. Sementara itu, 36 ruas jalan yang ditangani pemerintah daerah setempat juga telah berstatus fungsional.
Untuk infrastruktur jembatan di Deli Serdang, sembilan jembatan yang dikerjakan pemerintah daerah dilaporkan telah rampung dan dapat digunakan masyarakat.
Secara keseluruhan, di Sumatera Utara sebanyak 351 jembatan telah selesai dibangun atau diperbaiki. Jumlah tersebut terdiri atas tujuh jembatan yang ditangani pemerintah pusat dan 344 jembatan yang dikerjakan pemerintah daerah. Sementara itu, 22 jembatan lainnya masih dalam proses perbaikan.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur di Sumatera Utara terus berlangsung, meskipun masih terdapat sejumlah akses yang membutuhkan penanganan lanjutan.
BACA JUGA: Mendagri Apresiasi Gubernur Sumut Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
Layanan Dasar Pulih, Infrastruktur Daerah Tetap Jadi Perhatian
Selain jalan dan jembatan, Satgas PRR melaporkan bahwa fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah terdampak telah berfungsi secara fungsional 100 persen.
Dari 1.593 rumah ibadah, sebanyak 1.558 unit telah kembali beroperasi. Sementara itu, pemulihan 490 lembaga pendidikan keagamaan masih dilakukan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.
Layanan dasar lainnya, seperti listrik, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan akses internet di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat juga dilaporkan telah berfungsi 100 persen. Normalisasi sungai dan muara terus dilaksanakan untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.
Satgas PRR bersama pemerintah daerah terus mengawal penyelesaian infrastruktur, pembangunan hunian, serta pemulihan layanan dasar agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara optimal.
Di tengah proses pemulihan tersebut, pembangunan TPT di Jalan Sembahe–Tambunan menjadi salah satu pekerjaan yang diharapkan mampu menjaga konektivitas masyarakat di Kecamatan Sibolangit.
Dengan anggaran Rp2,71 miliar dan target penyelesaian pada November 2026, proyek ini diharapkan dapat menangani badan jalan yang amblas akibat longsor, meningkatkan keamanan akses transportasi, serta mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk pengguna jalur alternatif Medan–Berastagi. (KSC)
Reporter: Ika Fatriya





