Dukungan Bupati Tapteng
Sementara itu, Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mendukung riset untuk mengungkap sejarah yang terkubur di Situs Bongal. Ia berharap kajian terhadap situs ini dilakukan dengan teliti.
“Saya mendukung ini digali (dikaji), namun harus teliti baik-baik, jangan sampai ada penyesatan sejarah, jangan sampai yang tidak tahu sejarah seolah-olah tahu,” kata Bupati Bakhtiar.
Untuk itulah, Bupati Bakhtiar mendukung penuh riset yang dilakukan oleh Sultanate Institute agar situs Bongal ini tidak hanya dikenal di Indonesia tapi juga dunia. Sehingga tidak hanya dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, tapi juga situs penting dunia.
“Tentu saya sebagai Bupati mendukung penuh hal ini digali oleh Sultanate Institute. Saya harap situs ini bisa dikenal bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia, dan (UNESCO) menetapkannya sebagai situs penting,” harap Bupati Bakhtiar usai menerima kunjungan Tim Peneliti Sultanate Institute dan perwakilan tim peneliti BRIN di Kantor Bupati Tapteng, Rabu. (23/02/2022).
Sejumlah kebijakan yang mendukung riset dan pelestarian situs ini telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng). Dari sisi infrastruktur, Bupati Bakhtiar telah memerintahkan Dinas PU PR Tapteng untuk memperbaiki akses menuju Situs Bongal usai ekskavasi pertama di situs Bongal tahun 2021 lalu, seperti memperbaiki jalan dari Simpang Lopian menuju Desa Jago-jago, serta membangun Jembatan Gantung di Desa Jago-jago.
BACA JUGA: Dihadiri Puluhan Ribu Masyarakat, Bupati Bakhtiar Buka MTQ ke-47 dan FSQ ke-32 Tapteng Tahun 2022
Kini Jembatan itu menjadi akses utama para peneliti untuk menuju situs Bongal. Pembangunan infrastruktur ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Jadi apa yang dibutuhkan di sana dan langkah-langkah apa yang dilakukan Sultanate Institute pasti akan saya dukung sebagai Bupati, dan kami tidak akan berdiam diri,” tegasnya.
Dukungan tersebut diberikan Bupati Bakhtiar sebab ia menyadari ada sejarah yang penting yang terkubur di Situs Bongal. Riset terhadap Situs Bongal tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi masyarakat.
“Saya minta masyarakat juga mendukung riset terhadap situs ini dengan tidak memgambil benda-benda tinggalan sejarah dari situs ini,” imbau Bupati Bakhtiar.
Bupati muda ini pun siap mendukung langkah-langkah konservasi kawasan situs Bongal, termasuk penanaman kafur kembali.
Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani menyambut baik rencana penanaman kafur di kawasan itu. Terlebih kafur memang menjadi ciri khas Tapteng. Pembudidayaan Tanaman Kafur masih dilakukan di Barus yang menjadi tanah kelahirannya.
BACA JUGA: Percepatan Vaksinasi, Polres Tapteng Bangun Gerai Vaksin di 2 Lokasi Berbeda
“Rekomendasi apa yang diberikan sultanate dan para peneliti kami siap mendukung. Kalau memang mau dilakukan penanaman kafur silahkan, itu sah-sah saja,” sambutnya.
Lebih lanjut Bakhtiar meminta dukungan dan perhatian serta kerja sama berbagai pihak dalam konservasi kawasan situs Bongal, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Pusat.
Sebelumnya pada 4 Oktober 2021 lalu, Direktur Media Literasi Nesia, Abu Bakar dan Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana berkunjung ke Kantor Bupati Tapteng. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pembangunan museum dan pengembangan kawasan Bongal. (Raymond)








