KLIKSUMUT.COM | TAPTENG – Kepala SMKN 3 Sibolga, Frenci Lumban Tobing, mendorong siswa jurusan pelayaran untuk tidak hanya mengandalkan ijazah sekolah.
Menurut Frenci Lumbantobing, siswa jurusan pelayaran juga harus dibekali kompetensi kemaritiman.
Fungsinya, kedepan siswa sebelum terjun bekerja sudah dibekali ilmu pengetahuan di perkapalan penangkap ikan.
Sambung Frenci, ada dua keahlian yg akan dibekali nantinya, teknik kapal penangkap ikan (TKPI) berkaitan dengan mesin.
BACA JUGA: Pertikaian di Sibolga Berujung Maut, Pria 32 Tahun Tewas Ditikam di Leher
Kemudian, Nautika kapal penangkap ikan (NKPI) ini berfokus pada navigasi dan operasional kapal.
Menurut Frenci, lulusan sekolah pelayaran yg memiliki sertifikat nantinya dapat bekerja secara profesional dan legal.
“Kita berdoa saja, siswa lulusan pelayaran dari SMKN 3 ini nantinya dapat bekerja di tempat yang layak,” kata Kepsek Frenci di ruang kerjanya, Rabu (30/9/26).
Ia mengibaratkan sertifikat tersebut seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara kendaraan bermotor.
Menurutnya, sertifikat menjadi salah satu bekal penting bagi siswa yang memang sejak awal memiliki tekad untuk bekerja di laut.
“Misalnya mengendarai motor, perlu SIM. Begitu juga di kapal, anak-anak harus memiliki sertirikat sebagai bukti bahwa mereka sudah memiliki keahlian,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, SMKN 3 Sibolga berkolaboratif dengan Akademi Pelayaran Maritim Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Masih kata Frenci, tahun 2026 tercatat sebanyak 52 orang yg mengikuti program tersebut, dari total 144 siswa yg jurusan pelayaran.
“Kita tidak memaksakan siswa. Ini kembali kepada minat dan kemampuan masing-masing,” katanya.
Frenci mengutarakan, terkait pengeluaran biaya relatif lebih murah dibandingkan secara mandiri.
“Jika mandiri biaya pendidikan dan sertifikasi kemaritiman dapat mencapai sekitar Rp8 sampai 10 juta,” ucapnya.
“Sedangkan melalui kerjasama sekolah, siswa cukup membayar sekitar Rp3,5 juta, artinya sekolah cuma memfasilitasi saja,” jalasnya.
BACA JUGA: Pertikaian di Sibolga Berujung Maut, Pria 32 Tahun Tewas Ditikam di Leher
Menurutnya, manfaat pelatihan dapat pemahaman lebih baik terkait mengenai keselamatan, penanganan kebakaran, kesehatan di laut serta ketrampilan dasar lainnya.
“Bekal penting bagi siswa ketika nantinya mencari pekerjaan lebih memudahkan saja. Harapan saya, tamat sekolah mereka bisa bekerja di perkapalan yang legal,” ujarnya.(KSC)
Reporter: Benny








