Seorang Pelajar Ditahan Petugas Akibat Perbuatan Asusila

Seorang Pelajar Ditahan Petugas Akibat Perbuatan Asusila
Illustrasi (Ist)

SIBOLGA | kliksumut.com Seorang gadis (16) warga Sibolga, yang masih dibawah umur dapat perlakuan asusila terhadap pacarnya sendiri, pihak keluarga merasa tidak senang atas kejadian tersebut justru melaporkannya kepada pihak Kepolisian Polres Sibolga.

Atas laporan ASN Zai (56) warga Kecamatan Sarudik ke Polres Sibolga. Akhirnya tersangka berinisial SWL alias W (15) seorang pelajar ini diamankan petugas Satreskrim Polres Sibolga, pada Sabtu (30/7/2022) kemarin.

BACA JUGA: Wali Kota Sibolga Koreksi Proyek Objek Wisata di Pelabuhan Lama

Bacaan Lainnya

Pengakuan pelaku ia pertama kali melakukan hubungan layaknya suami istri itu pada hari Selasa 26 Juli 2022 dikamar tidurnya, kemudian pada hari Rabu 27 Juli hal serupa dilakukan pelaku lagi.

“Pelaku dan korban ternyata sudah lama kenal dari tahun 2021 lalu, ternyata mereka juga menjalin hubungan layaknya muda mudi,” kata AKP Ramadhan Sormin, Kasi Humas Polres Sibolga.

Kronologinya, bermula pada hari Senin 25 Juli 2022 lalu pelaku menyuruh korban datang, karena alasan pelaku sedang sakit. Kedatangan korban disambut baik. Setelah itu pelaku menyuruh korban pulang ke rumah, karena ada permasalahan keluarga korban enggan balik ke rumahnya.

Pelaku saat itu keluar dari rumah, tepat pada tanggal 26 Juli 2022, pelaku pulang dan membeli sarapan untuk korban. Sembari sambil ngobrol bareng disitulah kesempatan pelaku untuk merayu korban dan menggaulinya.

BACA JUGA: KONI Sibolga Akan Ikuti 8 Cabor di Porprovsu 2022

Namun kelakuan itu tidak ada kekerasan dan paksaan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Diketahui pelaku belum berumah tangga, kini pelaku sudah ditahan di Mapolres Sibolga guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dipersangkakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) Undang undang RI no 16 tahun 2017 tentang Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang undang RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar. (Benny)

Pos terkait