KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Sekolah Musik Alam Medan tampil memukau pada hari jadi pertama Indonesia Membaca dengan “From Pages to Stages” di Taman Budaya Medan, pada beberapa hari lalu, 1 Juni 2025.
Komunitas Indonesia Membaca dengan bangga memperingati satu tahun perjalanannya dalam memajukan literasi di Indonesia melalui acara bertajuk 1st Anniversary Indonesia acara berlangsung meriah menghadirkan ragam kegiatan yang menginspirasi termasuk penampilan dari anak-anak Sekolah Musik Alam Medan dan mempererat semangat literasi di kalangan masyarakat.
Sekolah Musik Alam Medan menghadirkan penampilan memikat yang dibawakan oleh anak-anak berbakat dengan gesekkan biola yang dinamis, cukup menghipnotis para penonton. Selain itu, kelompok tari dari Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) UINSU) mempersembahkan tarian yang memukau, menggabungkan seni dan budaya dalam harmoni yang indah.
BACA JUGA: Dekatkan Musik dengan Lingkungan, Sekolah Musik Alam Medan Ajarkan Harmoni
Pendiri Sekolah Musik Alam Medan, Eva Yuliana merasa senang, anak-anak yang diasuhnya turut berpartisipasi pada acara sebuah komunitas yang visioner untuk meningkatkan gerakkan membaca masyarakat.
“Senang sekali Sekolah Musik Alam turut terlibat pada acara HUT Indonesia membaca tahun ini, semoga tahun berikutnya jufa,” ujar Eva.
Sorotan lain dari acara ini adalah Konferensi Literasi yang melibatkan berbagai komunitas literasi dari seluruh penjuru. Konferensi ini menjadi wadah berbagi ide, pengalaman, dan inspirasi untuk memperkuat gerakan literasi di Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi antar pegiat literasi.
BACA JUGA: Gencarkan Generasi Muda Melek Finansial, OJK Luncurkan Bulan Literasi Keuangan 2025
Tak ketinggalan, acara ini dimeriahkan oleh Bazaar Buku yang diselenggarakan oleh Kedeboox, menyediakan berbagai koleksi buku berkualitas untuk pengunjung. Bazaar ini menjadi magnet bagi para pecinta buku.
“Acara 1st Anniversary Indonesia Membaca dengan tema From Pages to Stages adalah wujud nyata komitmen kami untuk mengajak masyarakat mencintai literasi melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif. Kami berterima kasih kepada semua talenta, komunitas, dan pengunjung yang telah membuat perayaan satu tahun ini begitu istimewa,” ujar Halim Wijaya selaku Founder Indonesia Membaca.
Tak lupa juga, Indonesia Membaca memberikan penghargaan Most Honorable Person ke seorang penjaja buku di salah satu toko buku di Pasar Buku Medan yang sampai saat ini masih berkomitmen menjajakan buku-buku autentik dan memudahkan semua khalayak untuk mendapatkan buku, yakni seorang pria bernama Pak Abu Khoiri.
BACA JUGA: Indosat Dukung Pesta Ni Halak Hita 2025, Rayakan Budaya Batak Melalui Musik dan Budaya
Penghargaan ini dipersembahkan sebagai salah satu komitmen Indonesia Membaca untuk apresiasi kepada orang-orang yang terus berjuang mempermudah akses literasi semua khalayak masyarakat.
Pada cara ini, menurut Halim, tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Indonesia Membaca berkomitmen untuk terus bergerak, menginspirasi, dan mengajak lebih banyak orang untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (KSC)








