Ratusan Pelajar SMA Negeri 1 Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, Dilarikan ke Sejumlah Rumah Sakit

Ratusan Pelajar SMA Negeri 1 Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, Dilarikan ke Sejumlah Rumah Sakit
Diduga keracunan makanan saat menyantap menu MBG, ratusan pelajar di SMA Negri IBerastagi keracunan dan dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit di Kabupaten Karo. (kliksumut.com/Herman Harahap)

KLIKSUMUT.COM | KARO – Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah siswa mengeluhkan rasa gatal pada lidah dan tenggorokan setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah. Beberapa siswa kemudian dilaporkan mengalami kondisi lemas hingga muntah.

Melihat kondisi tersebut, siswa lainnya segera melaporkan kejadian kepada guru. Pihak sekolah kemudian memberikan pertolongan awal melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan mengevakuasi siswa yang membutuhkan penanganan medis ke rumah sakit terdekat.

Situasi darurat kemudian terlihat di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo. Ambulans dan kendaraan lainnya silih berganti membawa pelajar yang diduga mengalami keracunan untuk mendapatkan perawatan.

BACA JUGA: Sambangi Medan 23 Agustus, Patchtastic Day 2026 Ajak Perempuan Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Kecemasan juga terlihat dari para orang tua yang mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Sejumlah ruangan perawatan bahkan dipenuhi pasien sehingga petugas medis harus bekerja ekstra menangani pelajar yang terus berdatangan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Kliksumut.com sekitar pukul 16.27 WIB, para korban diduga keracunan tersebut mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSU Efarina Etaham Berastagi, Rumah Sakit Amanda Berastagi, dan Rumah Sakit Umum Kabanjahe.

Selain siswa SMA Negeri 1 Berastagi, informasi sementara juga menyebutkan terdapat beberapa pelajar dari salah satu SMA swasta di Berastagi yang turut mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang guru SMA Negeri 1 Berastagi, Nikon Gurusinga, mengatakan kejadian bermula setelah terdapat siswa yang mengalami lemas dan muntah usai menyantap makanan MBG.

Menurutnya, setelah menerima laporan dari siswa, pihak sekolah langsung mengambil langkah antisipasi dengan mengumumkan melalui pengeras suara agar makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara tidak lagi disantap.

“Sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah siswa yang diduga keracunan makanan. Secepatnya kami akan umumkan jumlah pastinya, karena Anda lihat sendiri keadaan kami saat ini begitu panik,” ujar Nikon.

Siswa Keluhkan Gatal di Lidah dan Tenggorokan

Salah seorang siswa kepada wartawan menceritakan bahwa keluhan mulai muncul setelah sejumlah temannya menyantap menu MBG yang terdiri dari ikan dencis, tahu asam manis, brokoli dan kol.

“Salah satu teman kami yang menyantap makanan MBG dengan menu ikan dencis, tahu asam manis, brokoli dan kol merasa lidah dan tenggorokannya gatal. Selanjutnya kami melaporkan temuan ini kepada pihak sekolah karena melihat banyak siswa mulai lemas,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Dugaan keracunan makanan masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat kaitan antara keluhan para siswa dengan menu MBG yang dikonsumsi.

BACA JUGA: Bupati Karo Lantik 20 Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri, Antonius Ginting: Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kepemimpinan Profesional

Aparat dan Ambulans Bersiaga di Sekolah

Pantauan wartawan di lingkungan SMA Negeri 1 Berastagi menunjukkan sejumlah personel TNI dan kepolisian terlihat berjaga-jaga di lokasi.

Puluhan mobil ambulans milik Pemerintah Kabupaten Karo juga disiagakan di lapangan SMA Negeri 1 Berastagi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan siswa yang membutuhkan perawatan.

Pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para pelajar serta pendataan jumlah korban. Kondisi para siswa dan hasil pemeriksaan medis di rumah sakit diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kejadian tersebut. (KSC)

Reporter: Herman Harahap/Jaya Surbakti

Pos terkait