
JAKARTA | kliksumut.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dan holding BUMN tambang, pada Selasa (30/6/2020), berlangsung ‘panas’, hingga Dirut Inalum Diusir keluar dari rapat.
Melansir dari kompas.tv anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir bersitegang dengan Direktur Utama (Dirut) PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moedak.
Sejak awal Muammad Nasir memang kerap melakukan interupsi ketika Orias Petrus Moedak menjawab pertanyaan anggota DPR yang lain.
Buntutnya, politikus Partai Demokrat itu meminta bos Inalum keluar dari ruang rapat.
Baca juga : 9 Desember 2020 Disepakati Pilkada Serentak Oleh Mendagri, DPR RI dan Penyelenggara Pemilu
Tidak Puas
Masih melansir kompas.tv menjelaskan bahwa perdebatan panas itu bermula ketika Orias menjelaskan mengenai refinancing terkait utang Inalum sebagai salah satu strategi pendanaan setelah mengambil alih PT Freeport Indonesia.
Refinancing dilalukan dengan cara menerbitkan obligasi global sebesar USD 2,5 miliar atau setara Rp 37,5 triliun dengan catatan kurs sebesar Rp 15.000.
Menurut Orias, dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang yang telah jatuh tempo sebesar 1 miliar dolar.
Adapun sisanya akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Vale Indonesia. Juga membantu membayar pinjaman anak usaha holding lainnya.
Ketika mendengar penjelasan Orias, Nasir merasa tidak puas.
Nasir kemudian kembali bertanya kepada Orias soal skema refinancing dan jaminan atas pinjaman yang diperoleh perusahaan pelat merah tersebut.
Orias menyebut tidak ada jaminannya. Pasalnya, baik pemberi pinjaman maupun Inalum percaya dapat melunasi pinjaman tersebut.
Mendapat jawaban itu, Nasir kembali tak puas. Ia mengaku khawatir tiga perusahaan lain akan menjadi korban.
Artinya, kata Nasir, perusahaan yang ada di holding BUMN tambang hanya akan menjadi sapi perah untuk membayar utang-utang Inalum.
Baca juga : Rapat Pleno SMSI, Firdaus : Media Diminta Arif Dalam Memberitakan Produk DPR
Karena itu, legislator asal Riau itu pun memberikan saran agar membentuk panitia khusus (pansus) terkait Inalum.
Data Bahan Rapat Dipermasalahkan
Rapat kemudian berlanjut. Anggota DPR yang menjadi peserta rapat lainnya turut berbicara. Tapi beberapa jam kemudian, Nasir kembali angkat bicara.
Kali ini, Nasir mempersoalkan data atau bahan rapat yang dibawa oleh perusahaan BUMN yang hadir dalam RDP tersebut. Nasir menyinggung bahan-bahan yang dibawa untuk rapat tidak lengkap.
“Itu yang kami khawatirkan. Makanya kita minta data detailnya. Kalau bapak sekali lagi gini, saya suruh bapak keluar dari rapat,” kata Nasir.
Mendengar ucapan anggota dewan itu, Orias tak diam. Ia menimpalinnya. “Kalau bapak suruh saya keluar, ya saya keluar,” ucap Orias.
“Iya, bapak bagus keluar, karena enggak ada gunanya bapak rapat di sini. DPR ini bukan buat main-main. Anda bukan main-main di sini!” kata Nasir dengan nada tinggi.
“Saya enggak main-main,” jawab Orias.
Baca juga : DPR RI Berikan Bantuan Perlengkapan Covid-19, Akibat 3 Tahanan Kejaksaan Terpapar
“Jadi, Anda kalau rapat, harus lengkap bahannya. Enak betul Anda di sini! Siapa yang naruh Anda di sini? Percuma naruh orang kayak gini. Ngerti? Kurang ajar Anda,” ujar Nasir masih dengan nada tinggi.
“Kurang ajar Anda di sini. Kalau Anda enggak senang, Anda keluar. Kau pikir punya saudara kau ini semua?” sambungnya lagi.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin, selaku pimpinan rapat kemudian menengahi. Selanjutnya, anggota Komisi VII DPR lainnya giliran memberikan pandangan. (red)








