KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan dan Kanada diprediksi berlangsung sengit saat kedua tim bentrok di Los Angeles Stadium, Senin (29/6/2026). Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kedua negara berhasil menembus fase gugur (knockout) Piala Dunia.
Pengamat sepak bola Abdul Satar Siahaan menilai duel ini akan menyajikan pertarungan menarik antara disiplin bertahan Afrika Selatan melawan agresivitas lini serang Kanada yang tampil impresif sejak fase grup.
Menurut Abdul Satar Siahaan, Afrika Selatan yang diasuh Hugo Broos akan kembali mengandalkan permainan kolektif dengan transisi cepat melalui kecepatan pemain sayap Oswin Appollis.
Sementara itu, Kanada besutan Jesse Marsch datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk The Canucks menunjukkan performa luar biasa sepanjang babak penyisihan grup, termasuk kemenangan telak 6-0 atas Qatar.
“Pengalaman para pemain Kanada yang banyak berkarier di liga-liga elite Eropa membuat mereka tampil lebih matang. Hal itu menjadi salah satu keunggulan utama mereka,” ujar Abdul Satar Siahaan, Minggu (28/6/2026).
Meski lebih difavoritkan, Kanada bukan tanpa kelemahan. Abdul Satar menilai tim Amerika Utara tersebut kerap terlambat melakukan transisi bertahan ketika terlalu asyik menyerang.
Kelemahan itu terlihat saat mereka dikalahkan Swiss dengan skor 1-2 pada laga terakhir fase Grup B.
Di sisi lain, Afrika Selatan juga memiliki persoalan di lini belakang. Pertahanan Bafana Bafana dinilai masih sering kehilangan konsentrasi dan sudah kebobolan empat gol dalam lima pertandingan terakhir.
BACA JUGA: Kanada Menggila! Hancurkan Qatar 6-0, Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026
Abdul Satar memprediksi Hugo Broos akan menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan pertahanan yang rapat untuk meredam agresivitas Kanada.
Serangan balik cepat diperkirakan menjadi senjata utama Afrika Selatan melalui distribusi bola dari Thabang Mbatha kepada para pemain depan yang siap mengeksploitasi ruang kosong di belakang pertahanan lawan.
Sementara itu, Jesse Marsch diperkirakan menggunakan formasi 4-4-2 atau 4-3-3 dengan menerapkan strategi high pressing sejak menit pertama.
Kanada diyakini akan memanfaatkan kecepatan Alphonso Davies di sektor sayap serta ketajaman striker Jonathan David sebagai ujung tombak.
Abdul Satar menilai terdapat dua duel yang berpotensi menentukan hasil pertandingan.
Pertama adalah pertarungan antara Jonathan David melawan duet bek tengah Afrika Selatan, Thabo Moloisane dan Mothobi Mvala. Ketajaman Jonathan David yang telah mencetak hat-trick di turnamen ini menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Selain itu, duel di sektor sayap kiri antara Oswin Appollis dan bek kanan Kanada Alistair Johnston diperkirakan berlangsung sengit.
Kecepatan Appollis dalam melakukan serangan balik akan diuji oleh disiplin Johnston dalam menjaga area pertahanan Kanada.
Menurut Abdul Satar, Kanada akan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan dengan mendominasi penguasaan bola.
Sebaliknya, Afrika Selatan diperkirakan lebih banyak bertahan sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik cepat.
BACA JUGA: Afrika Selatan Tahan Ceko 1-1, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Semakin Panas
Apabila Afrika Selatan mampu mencetak gol lebih dahulu, tekanan psikologis dipastikan akan berpindah kepada Kanada. Namun kualitas individu dan efektivitas penyelesaian akhir para pemain Kanada diyakini menjadi pembeda pada laga ini.
Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, Abdul Satar Siahaan menilai Kanada memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke babak 16 besar.
Meski Afrika Selatan diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit dan mencetak satu gol melalui skema serangan balik, kualitas lini depan Kanada diperkirakan menjadi faktor penentu kemenangan.
Prediksi Abdul Satar Siahaan: Afrika Selatan 1-2 Kanada. (KSC)








