Percepat Penanganan Stunting, Pj Gubernur Agus Fatoni Launching Gerakan Serentak Penanganan Stunting Se-Sumut

Percepat Penanganan Stunting, Pj Gubernur Agus Fatoni Launching Gerakan Serentak Penanganan Stunting Se-Sumut
Pj. Gubernur Sumut, Agus Fatoni meluncurkan Gerakan Penanganan Stunting Serentak se Sumut yang diselenggarakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41, Medan, Senin (22/7/2024). (Foto : kliksumut.com/ist).

EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Agus Fatoni, meresmikan Gerakan Serentak Penanganan Stunting se-Sumatera Utara pada Senin (22/7/2024). Acara ini digelar di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Medan, sebagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan stunting di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Fatoni menekankan pentingnya gerakan serentak ini sebagai upaya kolektif dalam menangani kasus stunting yang masih menjadi isu krusial di Sumatera Utara. “Melalui gerakan ini, kita harapkan dapat mempercepat penanganan kasus stunting di daerah ini,” ujar Fatoni.

BACA JUGA: Sibolga Lampaui Target Nasional dalam Penurunan Angka Stunting

Fatoni juga mengeluarkan beberapa arahan penting untuk segera ditindaklanjuti oleh Bupati dan Walikota. Pertama, memanfaatkan data super prioritas untuk intervensi dan pendampingan makanan. Kedua, menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang intervensi balita dengan masalah gizi. Ketiga, menginstruksikan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi untuk mengeluarkan surat edaran kepada TPPS Kabupaten/Kota guna memastikan pelaksanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan distribusi dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Fatoni juga menekankan pentingnya pertemuan rutin dengan TPPS dan kader Posyandu untuk memastikan keberhasilan program ini. Selain itu, ia juga meminta dilakukan monitoring dan evaluasi berkala oleh TPPS Provinsi ke kabupaten/kota untuk memastikan implementasi yang tepat.

Tindakan dan Harapan dari Kementerian Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Gizi Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Lovely Daisy, menyampaikan harapan agar kabupaten/kota meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam merujuk balita dengan masalah gizi, memperkuat peran dokter dalam menangani kasus rujukan, serta mempercepat intervensi gizi untuk balita dan ibu hamil.

“Penguatan pelaksanaan Posyandu, peningkatan kemampuan kader, dan pelaporan melalui aplikasi e-PPBGM sangat penting untuk percepatan penanganan stunting,” jelas Daisy.

BACA JUGA: Kick Off Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting di Asel

Pada acara tersebut, Fatoni juga menyerahkan data akses balita stunting secara simbolis kepada Pj Bupati Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin. Data ini akan diakses oleh seluruh pemerintah daerah se-Sumut untuk mendukung intervensi yang lebih tepat sasaran.

Hadir dalam acara ini antara lain Pj Bupati Deliserdang, Wiriya Alrahman, Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Munawar Ibrahim.

Dengan peluncuran gerakan ini, diharapkan penanganan stunting di Sumatera Utara dapat lebih efektif dan terkoordinasi, mengurangi jumlah balita dengan gizi buruk serta meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. (KSC)

Pos terkait