Pelantikan KREKI Wilayah Sumut, Gubernur Masih Bersyukur Ada Organisasi Perduli Kesehatan

Pelantikan KREKI Wilayah Sumut, Gubernur Masih Bersyukur Ada Organisasi Perduli Kesehatan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri acara pelantikan Pengurus Komunitas Relawan Emergency Kesehatan Indonesia (KREKI) Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Sabtu (5/11/2022).

MEDAN | kliksumut.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi merasa bersyukur karena masih ada organisasi dan individu yang masih perduli pada orang lain. Di antaranya adalah Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) yang berfokus pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Saya bersukur masih ada orang yang peduli dengan kesehatan orang lain, di antaranya KREKI ini, yang di dalamnya diisi oleh para dokter. Saya harap organisasi ini terus berkembang karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap Edy Rahmayadi, saat menghadiri pelantikan pengurus KREKI Wilayah Sumut periode 2022 -2026 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor. 41 Medan, Sabtu (5/11/2022).

BACA JUGA: Tutup Porprov Sumut 2022, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Evaluasi Pembinaan Atlet

Hadir di antaranya Ketua Umum KREKI Supriyantoro, Sekretaris Eksekutif KREKI Farid Hadinugroho, Ketua KREKI Wilayah Sumut Muhammad Natsir Pohan, Pimpinan OPD, Dewan Pembina dan Dewan Pakar KREKI serta anggota KREKI Wilayah Sumut.

Edy Rahmayadi juga mengapresiasi kegiatan pelatihan pada masyarakat yang dilakukan KREKI, yakni pelatihan penanganan emergensi pada masyarakat. Ini sangat perlu, agar masyarakat nantinya paham tindakan awal yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana.

Kondisi saat ini di Sumut, diakui Edy Rahmayadi, masih ada di beberapa kabupaten, yang pelayanan kesehatannya yang belum memadai. Salah satunya di pedalaman Kabupaten Nias yang masih sangat sulit terjangkau fasilitas kesehatan untuk masyarakat.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri telah melaksanakan Program Bakti Kesehatan Bermartabat, yaitu bus yang dimodifikasi seperti rumah sakit berjalan, yang dilengkapi berbagai fasilitas dan peralatan medis modern, yang bergerak ke daerah kabupaten yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik operasi dan lainnya pada masyarakat.

“Baru berjalan tiga unit mobil kesehatan ini. Kita akan terus tambah mobil kesehatan ini bertahap, karena kita memiliki kendala kekurangan para dokter yang berminat ikut program mobil kesehatan itu. Itu mungkin karena mobilitas mereka bekerja sampai ke desa-desa,” katanya.

Pos terkait