KLIKSUMUT.COM | KARO – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara selama sepekan terakhir berdampak besar pada aktivitas perdagangan di Pusat Pasar Berastagi, Kabupaten Karo. Pasokan bahan primer seperti ikan dan kelapa terhenti, membuat banyak pedagang memilih menutup lapak karena tidak dapat berjualan.
Gangguan pasokan terjadi setelah jalur distribusi dari beberapa daerah penghasil, seperti Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Aceh, lumpuh akibat banjir dan longsor yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Salah seorang pedagang ikan di Pusat Pasar Berastagi, Roma Br Manihuruk (42), mengaku sudah tiga hari tidak berjualan karena pasokan ikan benar-benar kosong.
“Sejak banjir dan tanah longsor di beberapa daerah di Sumatera Utara, pasokan ikan ke Tanah Karo khususnya Berastagi sangat sulit didapatkan, bahkan kosong total. Kami sama sekali tidak mendapat kiriman ikan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/11/2025).
Roma menyebut, pasokan ikan biasanya datang dari Belawan, Sibolga, dan Aceh. Namun sejak bencana melanda, tidak ada satu pun truk ikan yang tiba di Berastagi.
BACA JUGA: Lebih dari 50 Persen Kecamatan di Kota Medan Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
“Tiga hari ini sama sekali tidak ada kiriman. Harapan kami semoga bencana cepat berlalu dan saudara kita yang tertimpa musibah diberi ketabahan,” tambahnya.
Hal serupa juga dialami pedagang kelapa Eken Sinuhaji (45). Ia mengatakan bahwa pasokan kelapa yang biasa masuk dari Aceh kini terhenti total.
“Pasca banjir dan longsor, pasokan kelapa ke Berastagi tidak ada. Akibatnya harga kelapa melonjak karena stok kosong,” ujarnya singkat.
Tidak hanya ikan dan kelapa, komoditas sayur mayur di Pasar Roga Berastagi juga mengalami dampak signifikan. Pedagang setempat, Iskandar Barus (52), mengatakan banyak sayuran menumpuk karena tidak dapat dikirim ke luar daerah.
“Pengiriman sayur mayur ke Aceh terhenti. Barang hanya sampai Medan saja. Itulah sebabnya sayuran menumpuk di pasar dan pembeli juga sepi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tanggul Paya Mala Jebol: Banjir Makin Meluas, Sejumlah Wilayah di Pangkalanbrandan Lumpuh
Pasar Roga yang biasanya ramai kini tampak lengang, dengan sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet drastis.
Hingga kini, jalur penghubung antarwilayah di Sumatera Utara masih dalam proses pembersihan material longsor. Jika kondisi cuaca buruk berlanjut, para pedagang memprediksi gangguan pasokan dapat berlangsung lebih lama, dan harga sejumlah komoditas dapat terus merangkak naik. (KSC)
REPORTER: Herman Harahap








