OJK Sumut Edukasi Generasi Muda Melek Finansial di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru

OJK Sumut Edukasi Generasi Muda Melek Finansial di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru
OJK Sumut dan lembaga jasa keuangan lainnya memberikan edukasi keuangan syariah di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, Madina. (teks foto: kliksumut.com/ist)

REPORTER: Swisma

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Dalam memperingati Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara memberikan edukasi keuangan syariah di Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (Madina).

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien pada sambutannya menekankan pentingnya memperkenalkan konsep keuangan syariah sejak dini kepada para santri sebagai bagian dari generasi masa depan yang melek finansial dan menjunjung nilai-nilai Islami.

BACA JUGA: OJK: Sektor Jasa Keuangan di Sumut Stabil Didukung Permodalan yang Kuat

“Sebagai generasi muda dan calon pemimpin masa depan, santri/santriwati memiliki peran penting dalam membangun perekonomian bangsa,” kata Muttaqien dalam keterangan tertulis dilansir Senin (16/6/2025).

Disebutkannya, literasi keuangan dan pemahaman pasar modal menjadi kunci agar generasi muda dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi nasional dan khususnya di Madina.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu pesantren tertua di Sumatera Utara (Sumut) ini digelar OJK bersama regulator lainnya serta lembaga jasa keuangan, Kamis (12/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren (ponpes).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution ini sejalan dengan Roadmap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025, khususnya dalam pilar Akselerasi Produk/Layanan Pasar Modal.

Atika pada sambutannya, menerangkan tahapan keuangan yang harus dicapai adalah financial freedom.

“Financial freedom ditargetkan untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman pada usia pensiun. Untuk mencapai itu harus dimulai mengelola keuangan dengan baik sejak usia muda,” kata Atika.

Pada kegiatan itu diikuti sebanyak 500 peserta, terdiri dari santri/santriwati dan tenaga pengajar.

Narasumber dari OJK memaparkan materi tentang literasi keuangan syariah serta pemahaman bagaimana kewaspadaan terhadap tawaran investasi ilegal dan pola kejahatan keuangan ilegal.

BACA JUGA: OJK Sumut Gandeng Guru dan ASN Tingkatkan Literasi Keuangan melalui Kick Off BLK 2025

Sedangkan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memaparkan materi mengenai peran, tugas, dan fungsi LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Demikian juga dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memperkenalkan konsep dan manfaat pasar modal syariah. Sementara dari Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan edukasi tentang berbagai produk dan layanan keuangan syariah yang tersedia di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan, tetapi juga semakin siap menjadi bagian dari ekosistem keuangan syariah nasional yang inklusif dan berdaya saing. (KSC)

Pos terkait