OJK Gandeng Pemkab Karo Dorong Budaya Menabung Pelajar Sejak Dini

OJK Gandeng Pemkab Karo Dorong Budaya Menabung Pelajar Sejak Dini
OJK Sumut gandeng Pemkab Karo  perkuat budaya menabung  bagi generasi muda. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | BERASTAGI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten Karo  perkuat budaya menabung  bagi generasi muda.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 guna perluas akses keuangan formal

Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumatera Utara, Yusri mengatakan membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: OJK Sumut Perkuat Budaya Menabung Sejak  Dini lewat  Road to HIM 2026

Disebutkannya, penguatan literasi dan inklusi keuangan generasi muda merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia berkualitas.

Selain itu juga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Pemerintah.

“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelajar tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami manfaat dan cara menggunakan produk jasa keuangan secara tepat,” kata Yusri, Selasa (18/8/2026).

Karena itu, katanya melalui Hari Indonesia Menabung perlu terus diperluas agar semakin banyak pelajar mengenal, memiliki, dan memanfaatkan produk jasa keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab.

 Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) GBKP Masehi Berastagi, Karo, pada Rabu (12/8/2026) itu diikuti 200 pelajar SD, SMP, dan SMA sekolah tersebut.

Pelaksanaan HIM 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.

Kemudian  juga mendorong terbentuknya kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan ) melalui penguatan literasi dan perluasan akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan.

Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan S.P., mengapresiasi HIM 2026 sebagai langkah konkret dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai cara mengelola keuangan dengan baik sejak usia dini.

Kegiatan ini, katanya merupakan langkah nyata untuk membekali pelajar dengan pengetahuan yang sangat penting, yaitu bagaimana mengelola uang dengan baik sejak usia dini.

Melalui Hari Indonesia Menabung, pemkab Karo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ingin mendorong agar semakin banyak pelajar memiliki rekening Simpanan Pelajar.

Komando berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk perluas kepemilikan rekening tabungan di kalangan pelajar di Karo.

“Diharapkan juga dengan kegiatan ini  membiasakan generasi muda menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi OJK secara aman dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Dalam rangkaian HIM 2026, para pelajar memperoleh edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia sekolah, manfaat menabung, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan.

Materi edukasi disampaikan oleh narasumber dari OJK  Sumatera Utara dan PT Bank Sumut yang mencakup perencanaan keuangan sederhana, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta pemanfaatan layanan perbankan secara aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening secara simbolis kepada 10 pelajar sebagai bentuk komitmen bersama dalam perluas akses generasi muda terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

BACA JUGA: OJK Perkuat Sinergi Putus Mata Rantai Judol

Melalui pelaksanaan HIM 2026, OJK Sumut bersama pemekab Karo dan TPAKD  Karo terus mendorong peningkatan akses keuangan bagi pelajar melalui kepemilikan dan pemanfaatan produk jasa keuangan formal, termasuk SimPel.

Penguatan budaya menabung sejak usia sekolah diharapkan tidak hanya memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang semakin cerdas secara finansial sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (KSC)

Reporter: Swisma

Pos terkait