REPORTER: Juniker Berutu
KLIKSUMUT.COM | DAIRI – Kondisi memprihatinkan dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) 030295 Sitohang yang berada di Desa Sigalingging, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Meski telah berdiri sejak tahun 1951, hingga kini sekolah tersebut belum memiliki akses jalan resmi menuju sekolah. Para guru dan siswa setiap hari harus melewati tanah milik warga dengan kondisi jalan tanah yang licin dan bertangga.
Minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya Dinas Pendidikan, membuat akses jalan ke SDN 030295 Sitohang semakin terabaikan. Padahal, medan menuju sekolah ini cukup ekstrem, menanjak dan licin saat musim hujan, sehingga sangat membahayakan keselamatan para tenaga pengajar maupun siswa.
BACA JUGA: Wakil Bupati Dairi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola di SMP Negeri 2 Parbuluan
“Sudah berulang kali kami buat laporan dan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, agar jalan menuju sekolah diperbaiki dan menjadi akses resmi milik sekolah. Tapi hingga sekarang belum ada respons. Mungkin karena anggaran yang tidak cukup,” ujar Kepala Sekolah SDN 030295 Sitohang, N. br Sinaga, S.Pd, SD, pada Sabtu (3/5/2025).
Ia menambahkan, karena tidak ada pilihan lain, setiap hari guru dan siswa terpaksa melintasi jalan tanah milik warga. “Jalannya bertangga-tangga dan menanjak. Kami sering tergelincir dan jatuh. Tapi tidak ada alternatif lain,” katanya lirih.
Ironisnya, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Berbagai insiden terpeleset dan jatuh kerap terjadi, baik dialami oleh guru maupun murid. Tidak jarang, siswa datang ke sekolah dengan pakaian kotor akibat terjatuh di jalan.
BACA JUGA: Hardiknas 2025 di Pakpak Bharat: Wakil Bupati Mutsyuhito Solin Pimpin Upacara, Soroti Pendidikan Bermutu untuk Semua
Warga dan pihak sekolah berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera menindaklanjuti persoalan krusial ini. Akses jalan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan dan hak dasar pendidikan yang layak.
“Kami hanya ingin akses jalan yang layak, agar kegiatan belajar-mengajar bisa berlangsung aman dan nyaman,” tutup N. br Sinaga. (KSC)





