KLIKSUMUT.COM |ASAHAN – Memasuki bulan Maret 2026, atmosfer birokrasi di Kabupaten Asahan kian dinamis. Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: integritas lembaga, toleransi beragama, dan efisiensi anggaran daerah.
Acara yang digelar di Aula Melati pada Senin (9/3/2026) ini menjadi momentum krusial bagi jajaran OPD untuk melakukan akselerasi kinerja sebelum memasuki periode krusial tahun anggaran berjalan.
Agenda paling menonjol dalam Rakorpem kali ini adalah pengumuman terkait rencana observasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Asahan kini tengah dibidik sebagai salah satu calon percontohan Kabupaten Anti-Korupsi tahun 2026.
Bupati Taufik memberikan instruksi keras kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan “bersih-bersih” administrasi.
BACA JUGA: Pemkab Asahan Luncurkan Pesantren Kilat Ramadan untuk SMP
“Kelengkapan dokumen bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata transparansi kinerja kita. Saya minta seluruh administrasi, baik yang sudah rampung maupun yang sedang berjalan, disiapkan secara detail,” tegas Bupati.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Bupati juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kondusivitas wilayah. Beliau mengimbau agar semangat toleransi tetap dijunjung tinggi, di mana masyarakat yang tidak berpuasa diharapkan menghormati mereka yang menjalankan ibadah.
Selain itu, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Asahan mulai mengintensifkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kebijakan ini bertujuan mengubah wajah ruang publik di Asahan agar lebih tertata dan memiliki daya tarik wisata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Ada yang berbeda pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Asahan ke-80 yang jatuh pada 15 Maret mendatang. Mengikuti Inpres Nomor 1 Tahun 2025, Pemkab Asahan meniadakan anggaran khusus untuk pesta pora.
BACA JUGA: Wagub Sumut Surya dan Bupati Asahan Tinjau Kesiapan Operasional SMA Negeri Rahuning
Wakil Bupati Asahan, Rianto turut memberikan catatan positif atas pencapaian Asahan yang meraih skor tertinggi pelayanan publik dari Ombudsman di Sumatera Utara. Ia mewanti-wanti agar Puskesmas dan dinas terkait tidak lengah dan terus berinovasi.
Sebagai penutup sesi, Kepala BPS Asahan, Dadan Supriadi menyerahkan dokumen strategis “Asahan Dalam Angka” serta memaparkan capaian kinerja pembangunan tahun 2025. Data ini akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam mewujudkan visi Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan. (KSC)
REPORTER: Dinda Meyla Sari





