Menkeu Purbaya Tanggapi Santai Kiriman Karangan Bunga Berkaitan dengan Cukai Rokok 2026 Tak Naik

Menkeu Purbaya Tanggapi Santai Kiriman Karangan Bunga Berkaitan dengan Cukai Rokok 2026 Tak Naik
Aksi protes unik berupa kiriman karangan bunga ke kantor Kementerian Keuangan

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait aksi protes unik berupa kiriman karangan bunga ke kantor Kementerian Keuangan. Aksi tersebut merupakan bentuk ketidaksetujuan atas keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2026.

Alih-alih marah, Purbaya justru merespons santai.

“Bunganya wangi kok, bagus. Enggak apa-apa. Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. Ada yang suka, ada yang tidak,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Purbaya menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok tahun depan diambil setelah pertimbangan panjang, termasuk dialog langsung dengan para pelaku industri rokok.

BACA JUGA: JNE Berangkatkan 1.643 Karyawan Umrah: Bentuk Apresiasi dan Komitmen Spiritual di Usia ke-35 Tahun

“Harusnya mereka minta turun (cukai). Untungnya cuma minta jangan naik. Saya juga ingin jaga pasar agar produk ilegal tidak menguasai,” katanya.

Purbaya menekankan bahwa industri rokok masih menjadi penopang lapangan kerja, sehingga menjaga stabilitasnya menjadi penting. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa dasar.

“Kalau ada yang mengkritik, silakan saja. Tapi kalau bisa, ya buka lapangan kerja seperti yang hilang kalau industri ini mati,” tantangnya.

Bacaan Lainnya

Pada Jumat (26/9/2025), Purbaya mengadakan pertemuan daring dengan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI). Dalam pertemuan tersebut, pihak industri menyampaikan harapan agar tidak ada kenaikan cukai.

Menariknya, Purbaya mengaku sempat memiliki niatan untuk menurunkan tarif cukai rokok, namun urung dilakukan.

BACA JUGA: Aplikasi BCA Mobile dan myBCA Pulih Total Usai Gangguan, Nasabah Diminta Waspada Penipuan

“Tadinya saya mau nurunin. Tapi karena mereka bilang cukup jangan naik, ya sudah enggak saya ubah. Tahu gitu mereka minta turun,” ucapnya sambil tersenyum.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang diambil pemerintah harus seimbang antara kesehatan, penerimaan negara, dan ekonomi rakyat. Ia pun menyebut pentingnya menghalau peredaran rokok ilegal, yang bisa merusak industri sah dalam negeri.

“Saya jaga market di dalam negeri supaya produk-produk ilegal dari luar maupun dari dalam tidak menguasai pasar,” kata Purbaya. (KSC)

Pos terkait