KLIKSUMUT.COM | GUNUNGSITOLI – Pemerintah Desa Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara, memfasilitasi pertemuan mediasi guna menyelaraskan tata kelola operasional tambak udang di kawasan Pantai Hoya pada Kamis, 9 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Teluk Belukar ini bertujuan untuk merespon aspirasi warga serta membahas langkah- langkah optimalisasi pengelolaan lingkungan di sekitar area produktif tersebut.
Mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Teluk Belukar, Fatizanolo Mendrôfa, dan dihadiri BPD Desa Teluk Belukar, Ipda Poniman Lase (Kapolsek Gunungsitoli Alo’oa), Yustani Zega (Sekcam yang mewakili Pemerintah Kecamatan Gunungsitoli Utara), Boni Ziliwu selaku mitra pemilik lahan, Eka selaku pemilik usaha tambak udang, perwakilan warga masyarakat Teluk Belukar, serta perwakilan media.
BACA JUGA: Limbah Tambak Udang Cemari Lahan Warga di Pantai Hoya, BZ pemilik lahan tuntut pertanggungjawaban
Dalam pertemuan tersebut, Boni Ziliwu memaparkan sejarah lahan seluas 30 hektare yang digunakan sebagai tambak tersebut. Ia menyampaikan harapan agar keberadaan investasi ini dapat berjalan beriringan dengan pemeliharaan akses jalan serta optimalisasi pengelolaan sirkulasi air di sekitar kawasan wisata Pantai Hoya agar kenyamanan pengunjung dan produktivitas lahan warga sekitar tetap terjaga dengan baik.
Menanggapi penyampaian tersebut, Eka selaku pemilik tambak udang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya mediasi ini. Ia berterima kasih kepada Pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek, BPD, dan seluruh warga yang mengedepankan komunikasi dua arah secara kekeluargaan. Eka menegaskan komitmennya untuk selalu bersinergi dan menjalankan operasional sesuai dengan kesepakatan bersama.
Sebagai bentuk transparansi dan langkah objektif berbasis data, Eka menyatakan dalam waktu dekat akan mengambil sampel air pasca produksi untuk dilakukan uji laboratorium resmi. “Hasil laboratorium tersebut nantinya akan kami jadikan dasar ilmiah untuk melakukan evaluasi dan menindaklanjuti poin- poin penataan di lapangan secara bertahap, sesuai dengan skala prioritas,” ujar Eka.
Lebih lanjut, dalam rangka pemberdayaan masyarakat, Eka menyambut baik komitmen kemitraan untuk mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal serta koordinasi dalam pengadaan material bangunan, sepanjang memenuhi standar spesifikasi teknis kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Terkait manajemen logistik operasional di dalam area tambak, pihak pengelola juga akan terus membangun komunikasi aktif dengan pihak pemilik lahan. Eka menyatakan untuk berpartisipasi dalam perbaikan akses jalan masuk dari jembatan yang rusak sampai jalan menuju pantai Hoya secara bertahap.
Di sisi lain, Pemerintah Desa juga diharapkan dapat menjembatani komunikasi dengan pemilik lahan tetangga guna rencana perluasan akses jalan ke depan.
Terkait aspek lingkungan, Eka berkomitmen untuk meninjau kembali sistem sirkulasi air tambaknya berdasarkan hasil uji laboratorium, guna memastikan seluruh aktivitas operasional tetap berjalan sesuai standar lingkungan hidup dan menjaga keharmonisan dengan lahan sekitar. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi keamanan bersama demi menjaga kondusivitas lingkungan sekitar lokasi tambak.
Kepala Desa Teluk Belukar dalam arahannya menegaskan bahwa mediasi ini bertujuan untuk merumuskan solusi terbaik yang saling menguntungkan (win- win solution). Pemerintah desa bersama BPD dan pihak kecamatan akan membentuk tim monitoring untuk mengawal realisasi hasil kesepakatan ini agar kemitraan berjalan harmonis di masa depan.
Kapolsek Gunungsitoli Alo’oa dan Sekcam Yustani Zega yang hadir turut mengimbau agar penyelesaian mengutamakan prinsip kekeluargaan serta senantiasa patuh pada regulasi dan perlindungan lingkungan yang berlaku.
BACA JUGA: Dukung Pembongkaran Pagar Hutan Lindung, MARAK: Periksa Albert Bos Tambak
Emanuel, ST, SH., M.Kn, selaku Penasehat Hukum keluarga Boni, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan tekad dari pihak pengelola tambak. Ia menyebut penyelesaian melalui musyawarah ini sebagai bentuk integritas bersama. “Kami berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama yang baik ke depan. Kepada Pak Eka, kami persilakan untuk terus mengembangkan usahanya, kami mendukung investasi yang sehat ini,” ujarnya.
Di akhir mediasi, kedua belah pihak optimisti bahwa investasi tambak udang di Teluk Belukar dapat terus berkembang maju, memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, sekaligus menjadi contoh sinergi yang sehat antara pelaku usaha, pemilik lahan, dan warga desa. (KSC)
Reporter: Martinus Gea








