KLIKSUMUT.COM | KEPULAUAN NIAS – Pelantikan Perkumpulan Doktor Nias Indonesia (PDNI) Kepulauan Nias menjadi momentum konsolidasi kaum intelektual dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Dr. Yasatulo Lase, SE., MA., MAP., CPHRM., HRBP., HRMP., C.PS., dalam pidatonya pada acara pelantikan PDNI Kepulauan Nias di Defnas Hall, Telukdalam, Jumat (3/10/2026).
Mengangkat tema “Sanuwu Tano Niha”, Yasatulo menekankan pentingnya membangun kesatuan visi, pemikiran, dan komitmen pengabdian bagi seluruh putra-putri Nias, khususnya mereka yang telah memperoleh gelar akademik tertinggi.
Menurutnya, keberadaan PDNI harus menjadi wadah strategis untuk menghimpun kapasitas intelektual para doktor sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa gelar akademik bukan semata-mata simbol keberhasilan pendidikan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian.
“Gelar itu adalah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk pulang. Tanggung jawab untuk membangun kampung,” ujarnya.
Dorong Peran Doktor dalam Pembangunan Daerah
Yasatulo menilai, sumber daya manusia asal Kepulauan Nias yang telah menempuh pendidikan tinggi dan berkiprah di berbagai wilayah memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Namun, potensi tersebut perlu dihimpun dalam satu gerakan bersama agar tidak berhenti pada pencapaian individu. Ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kepulauan Nias, terutama dalam bidang pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Melalui PDNI, ia berharap para doktor dapat mengambil peran dalam menghadirkan pemikiran, penelitian, serta solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“Semua ilmu kita, semua gelar Doktor kita, harus kita persembahkan untuk Tano Niha, bukan untuk diri sendiri,” ungkapnya.
PDNI Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Lebih lanjut, Yasatulo mengharapkan PDNI dapat berkembang menjadi pusat kajian dan pemikiran ilmiah atau think tank yang memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut harus memiliki orientasi kerja yang jelas dan mampu menghasilkan kontribusi terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, perbedaan latar belakang, marga, maupun wilayah administratif tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan sebagai sesama Ono Niha. Semangat persatuan, harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi.
Pengabdian Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Yasatulo juga mengingatkan agar PDNI tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata hingga ke tingkat desa.
Ia menyebut sektor pendidikan, pemberdayaan petani, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai sejumlah bidang yang membutuhkan perhatian bersama.
“PDNI harus turun ke desa, melihat sekolah-sekolah yang rusak, membantu anak-anak Nias yang tidak bisa kuliah, membantu petani, dan membantu UMKM,” tegasnya.
Ia pun menyatakan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi bagi tanah kelahirannya selama masih memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengabdi.
Sanuwu Tano Niha sebagai Komitmen Bersama
Menutup pidatonya, Yasatulo mengajak seluruh anggota PDNI menjadikan momentum pelantikan sebagai awal dari gerakan intelektual yang berorientasi pada kemajuan Kepulauan Nias.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya.
Pidato tersebut ditutup dengan seruan, “Ya’ahowu, Sanuwu Tano Niha! Nias Bangkit, Nias Maju!”
Suasana acara berlangsung penuh antusiasme dan disambut tepuk tangan para hadirin. Pelantikan PDNI Kepulauan Nias kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan foto seluruh pengurus.
Melalui terbentuknya wadah tersebut, para doktor asal Kepulauan Nias diharapkan dapat memperkuat sinergi keilmuan, memperluas ruang kolaborasi, serta mengambil bagian dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Nias. (KSC)
Reporter: Mesiana








