KLIKSUMUT.COM | SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak para santri Rohani Islam (Rohis) untuk aktif mewarnai media sosial dengan konten-konten positif dan inspiratif. Ajakan ini disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) M. Munir saat menutup kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Maret 2026, dan diikuti peserta Rohis tingkat SMA/SMK dari 34 provinsi di Indonesia. Setiap provinsi mengirimkan dua perwakilan anggota Rohis untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dan penguatan karakter.
Dalam sambutannya, Munir menantang para peserta Rohis untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang kreatif dan membangun.
“Saya tantang kalian, anak-anak Rohis, untuk mewarnai media sosial dengan kegiatan-kegiatan keislaman seperti wakaf, ekoteologi, kurikulum cinta, dan nilai-nilai Rohis. Minimal seminggu sekali ada satu konten positif yang bisa kita sebarkan,” ujar Munir.
Selama empat hari kegiatan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas keagamaan dan sosial. Di antaranya salat berjamaah, salat malam, khataman Al-Qur’an, ngaji kitab kuning, hingga manasik haji.
Tak hanya itu, peserta juga mengikuti program sosial dan edukasi seperti Wakaf Goes to School yang dilaksanakan di 17 sekolah di Kota Semarang, berbagi takjil kepada masyarakat, serta ziarah makam ulama Nusantara Kiai Soleh Darat.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Sekretaris PP MAJT, Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Kabid PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Ketua AGPAI Jawa Tengah, serta jajaran pengurus MAJT.
BACA JUGA: Safari Ramadan di Pasuruan, Menag Nasaruddin Umar Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Ponpes Salafiyah
Munir menegaskan bahwa Direktorat PAI Kemenag memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembinaan keagamaan di sekolah, salah satunya melalui organisasi Rohis.
Menurutnya, kegiatan Pesantren Ramadan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak baik.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak Rohis dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ia juga berharap Rohis dapat sejajar dengan OSIS sebagai organisasi siswa yang mampu menjadi teladan dan menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Presiden Rohis Indonesia, M. Ridanara Adytama, mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan Pesantren Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan.
Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi “charger” atau pengisi energi bagi generasi muda Islam.
“Ayo jadikan Pesantren Ramadan ini sebagai charger daya kita untuk menumbuhkan persaudaraan dan menjadi generasi Islam yang asyik serta menjadikan Rohis sebagai wajah Islam yang moderat di sekolah,” ujarnya.
BACA JUGA: THR ASN 2026 Mulai Cair! Rp3 Triliun Sudah Masuk Rekening 631 Ribu Pegawai, Pensiunan Hampir Tuntas
Ridanara juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, PP Masjid Agung Jawa Tengah, serta Asosiasi Guru PAI atas dukungan mereka dalam memfasilitasi kegiatan Rohis Indonesia.
Ia berharap kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam di Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





