Kata CEO Apple: Tanpa Kendali, App Store Akan “Sangat Kacau”

Indonesia Capai Kesepakatan dengan Apple, Bisa Akhiri Larangan Penjualan iPhone
Logo Apple (Ist)

Kasus yang disidangkan di hadapan hakim distrik Yvonne Gonzalez Rogers di Oakland ini dilangsungkan ketika Apple mendapat tekanan dari sejumlah pembuat aplikasi karena kontrol ketat atas App Store, yang menurut para kritikus merepresentasikan perilaku monopoli.

Uni Eropa telah secara resmi menuduh Apple menekan para pesaing streaming musik secara tidak adil. Tuduhan ini didasarkan pada keluhan yang diajukan Spotify, yang berbasis di Swedia, dan beberapa perusahaan lain yang mengklaim bahwa kelompok teknologi raksasa di California itu menetapkan aturan yang mendukung Apple Music-nya sendiri.

Baca juga: Positif Covid 19, Warga Bireuen Meninggal Dunia di RSU Zainal Abidin Banda Aceh



Koalisi Untuk Keadilan Aplikasi, yang mencakup Spotify dan Epic, yang dibentuk baru-baru ini, telah menyerukan Apple untuk membuka pasarnya dan mengklaim bahwa komisi yang diambil merupakan “pajak” bagi para pesaing.

Argumen penutup dalam sidang pengadilan di California itu dijadwalkan berlangsung minggu depan. Sementara hakim diperkirakan baru akan menyampaikan keputusannya dalam beberapa minggu ke depan. (voaindonesia.com)

Pos terkait