KLIKSUMUT.COM | DELISERDANG – Motif pembunuhan Hendra Tarigan, warga Dusun 2, Sukabekan, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), secara perlahan mulai terungkap. Korban tewas akibat ditembak menggunakan senapan angin rakitan oleh MS, tidak lain adalah pemilik warung yang juga disebut-sebut sebagai penadah kopi curian.
Hal ini dikemukakan kuasa hukum keluarga korban, Irwansyah Nasution SH, kepada kliksumut.com, Rabu (27/2025) malam.
“Hasil pemeriksaan sejumlah saksi, pelaku berinisial MS, pemilik warung. Para saksi juga mengenal MS ini sebagai penadah buah kopi curian,” ujar pria yang akrab disapa Ibey.
BACA JUGA: Pria Setengah Baya Diduga Tewas Ditembak di Deliserdang
Ibey memaparkan, peristiwa penembakan bermula saat korban Hendra Tarigan datang menjemput kakak kandungnya yang sedang duduk di warung sembako yang juga menyediakan minuman tuak milik MS di Dusun 11, Sumbaikan 2, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Senin (25/8/2025) malam, sekira pukul 10.00 WIB.
“Saat tiba di warung, korban kemudian mengajak abangnya pulang. Tanpa tedeng aling-aling, MS mengeluarkan senapan angin rakitan kemudian menembak kepala korban,” papar Ibey.
Peristiwa itu sontak membuat pengunjung warung tersentak kaget. Apalagi setelah melihat korban terhujung beberapa saat kemudian roboh dengan luka tembak pada bagian kepala.
BACA JUGA: Bebas Berkeliaran, Keluarga korban Penembakan Desak Polisi Segara Tangkap Pelaku
Tidak hanya Hendra Tarigan, dua pengunjung lain juga ikut menjadi korban. Hendrik, mengalami luka tembak pada kaki dan Rahmat terkena serempet peluru pada bagian punggung.
“Dari keterangan para saksi, mereka dengar lebih dari lima kali tembakan. Bahkan saat para saksi mencoba membawa korban dari lokasi kejadian ke rumah sakit, mereka masih mendengat suara tembakan,” jelas Ibey.
Desas-desus berhembus, sejak korban Hendra Tarigan bekerja sebagai penjaga salah satu kebun kopi di kawasan tersebut, suplai kopi curian drastis berkurang hingga mengpengaruhi pendapatan MS sebagai penadah.
“Kita dapat info dari para saksi, kuat dugaan, penembakan terjadi akibat pelaku MS kesal terhadap korban. Sejak kebun kopi di jaga korban, suplai kopi curian berkurang,” ujar Ibey.
BACA JUGA: Wanita Cantik Tewas Berlumuran Darah Hebohkan Warga Berastagi
Motif ini, sebut Ibey, akan terungkap secara terang, jika Polrestabes Medan segera mengambil tindakan tegas dengan menangkap pekaku yang hingga kini masih bebas.
“Kita menyayangkan sikap polisi yang belum menangkap pelaku. Ini sudah dua hari sejak kejadian. Keterangan para saksi sudah jelas soal identitas pelaku. Tunggu apalagi,” desak Ibey.
Pihak keluarga korban sendiri, telah membuat Laporan Pengaduan (LP) ke Polrestabes Medan dengan No. LP/B/2932/VIII/2025/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut pada Selasa (26/8/2025).
“Sudah ada enam orang saksi. Semua sudah kasih keterangan ke tim penyidik. Termasuk soal identitas pelaku MS itu,” tutup Ibey. (KSC)








