KLIKSUMUT.COM | KARO – Perhelatan Festival Mejuah Juah 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo, Jumat (12/12/2025) di Open Stage Taman Mejuah Juah, dinilai minim promosi sehingga sepi pengunjung.
Sejumlah pelaku wisata dan masyarakat Berastagi menilai penyelenggaraan festival tahun ini terkesan dipaksakan dan hanya sebatas menghabiskan anggaran.
Dikson Pelawi (58), seorang pelaku wisata di Kabupaten Karo, menyatakan kepada wartawan bahwa pemerintah seharusnya lebih jeli dalam menentukan waktu penyelenggaraan festival. Menurutnya, Festival Mejuah Juah merupakan event yang membawa nama harum Tanah Karo, namun tahun ini digelar di musim penghujan dan bersamaan dengan kelangkaan BBM di beberapa wilayah, sehingga wisatawan khawatir berkunjung.
BACA JUGA: Bupati Asahan Ikut Eksibisi Menembak Executive dan Air Rifle 2025, Perkuat Sinergi Lintas Institusi
“Kegiatan ini khawatir tidak bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan. Biasanya setiap festival di Berastagi selalu ramai, tapi kali ini sepi karena cuaca dan kondisi lain,” ujar Dikson.
Sementara itu, Daris Kaban (42) menilai festival tahun ini minim kreativitas dan inovasi. “Manfaat langsung ke masyarakat tidak ada. Terlihat dari kondisi cuaca dan lokasi, kegiatan ini seolah hanya untuk menghabiskan anggaran,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Karo, Dodot Eko Bumantoro, menjelaskan bahwa festival menargetkan sekitar 1.000 pengunjung. Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat target ini sulit tercapai.
BACA JUGA: Bupati Karo Terima Pin Merah Putih dari Wagub Bengkulu, Dorong Kerja Sama Pertanian Antar Daerah
Festival Mejuah Juah 2025 menghadirkan berbagai kesenian tradisional, seperti Ndikar, Tari Lima Serangkai, Tari Pengali Ngalo, Perkolong-Kolong Siadi, Gendang Lima Sedalanen, Tembut-Tembut Seberaya, serta penampilan artis lokal.
Masyarakat berharap agar ke depan, festival ini dapat lebih maksimal dengan promosi yang lebih gencar, inovasi kreatif, serta penjadwalan yang tepat agar wisatawan dan warga dapat menikmati acara dengan nyaman. (KSC)
REPORTER: Herman Harahap








