KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tangguh dan berdaya saing melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026.
Event pemberdayaan UMKM ini akan digelar pada 6–8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat Gelora Bung Karno, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner Nusantara, tetapi juga dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta penguatan daya saing pelaku UMKM lokal.
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa penguatan akses pasar menjadi strategi utama dalam pemberdayaan UMKM.
“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).
Dalam Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026, lebih dari 40 tenant UMKM terkurasi akan ambil bagian. Mereka menghadirkan ragam jajanan khas Nusantara yang mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus kreativitas pelaku usaha lokal.
Festival ini juga membuka peluang bagi UMKM yang belum pernah mengikuti bazaar atau festival untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat luas.
BACA JUGA: Bazar Ramadan Tanjung Morawa Dongkrak UMKM dan Perekonomian Masyarakat
“Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi pemberdayaan komprehensif, Kemenko PM menghadirkan Klinik UMKM dan Klinik HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dalam rangkaian Festival Jejak Jajanan Nusantara.
Klinik UMKM menjadi pusat layanan pendampingan, konsultasi, dan fasilitasi gratis guna meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Layanan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha memiliki fondasi bisnis yang legal, profesional, serta berkelanjutan.
Sementara itu, Klinik HKI memberikan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual, seperti merek, paten, hak cipta, dan desain industri. Perlindungan inovasi dinilai penting untuk mencegah pembajakan, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk lokal.
Leontinus menekankan bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang solid, Jejak Jajanan Nusantara dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkokoh identitas dan kebanggaan terhadap produk bangsa,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Minggu (8/3/2026) akan digelar NgabubuRun sejauh 5 kilometer bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Relaksasi dan Bantuan Modal untuk UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
Kegiatan ini melibatkan komunitas lari dan masyarakat umum sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah dan publik dalam membangun semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, serta mendukung geliat UMKM lokal.
Partisipasi aktif masyarakat dalam NgabubuRun diharapkan semakin memperkuat atmosfer inklusif Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 sekaligus meningkatkan kunjungan ke tenant-tenant UMKM yang berpartisipasi.
Dengan konsep kolaboratif dan penguatan kapasitas usaha, Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar di tingkat nasional. (KSC)
TIM REDAKSI





