Estafet Kepemimpinan Pelajar Asahan: Meneguhkan Integritas di Tengah Tantangan Zaman

Estafet Kepemimpinan Pelajar Asahan: Meneguhkan Integritas di Tengah Tantangan Zaman
Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XVIII Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kabupaten Asahan yang dirangkaikan dengan penutupan Latihan Kader Menengah (LKM), Minggu (3/5/2026). (kliksumut.com/Dinda)

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Asahan memasuki babak baru dalam regenerasi kepemimpinan organisasi pelajar. Momentum tersebut ditandai dengan pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XVIII Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kabupaten Asahan yang dirangkaikan dengan penutupan Latihan Kader Menengah (LKM), Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan ini menjadi ruang strategis bagi para kader muda untuk merumuskan arah organisasi ke depan.

Wakil Bupati Asahan, Rianto, hadir langsung dalam agenda tersebut sekaligus memberikan arahan kepada para peserta.

Kehadirannya disambut oleh sejumlah tokoh organisasi, di antaranya Sekretaris PD Al Washliyah Asahan Supomo, jajaran pengurus daerah, serta Ketua PD IPA Asahan Said Ibnu Rulian Ahmad.

BACA JUGA: May Day 2026: Dari Seremoni ke Aksi Nyata Perlindungan Pekerja di Sumatera Utara, Bupati Asahan Terima 1.700 BPJS Ketenagakerjaan

Dalam sambutannya, Rianto menekankan bahwa kepemimpinan tidak dapat dimaknai sebatas jabatan struktural. Ia menggarisbawahi bahwa pemimpin sejati adalah sosok yang mampu memberi pengaruh positif dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.

“Kepemimpinan itu bertumpu pada integritas. Tanpa integritas, kekuasaan hanya menjadi simbol kosong. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan tindakan,” ujarnya di hadapan peserta Musda.

Ia juga menguraikan sejumlah nilai dasar yang dinilai penting dimiliki oleh generasi muda, yakni integritas, keberanian mengambil keputusan, komitmen terhadap pengabdian, kepekaan sosial, serta konsistensi dalam keteladanan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan fondasi dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Rianto menyoroti peran organisasi pelajar sebagai wadah pembentukan karakter. Di tengah perkembangan teknologi yang kian cepat, ia mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi dan visi yang jelas bagi generasi muda.

“Organisasi adalah tempat belajar yang sesungguhnya. Di sini, kalian dilatih untuk berpikir, mengelola, dan bertanggung jawab. Ini adalah bekal penting yang tidak selalu didapatkan di pendidikan formal,” katanya.

Ia juga menilai bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Melalui forum seperti Musda, gagasan dan energi baru diharapkan dapat lahir untuk menjawab berbagai tantangan ke depan.

BACA JUGA: Estafet Kepemimpinan Mahasiswa: Wakil Bupati Asahan Dorong DEMA IAIDU Jadi Motor Pembangunan Daerah

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi simbolis pelepasan atribut peserta LKM sebagai tanda selesainya masa pelatihan. Dua perwakilan peserta, Sahabat Sabil Al Haqqi Nasution dan Rahmiana Lubis, maju menerima prosesi tersebut yang disaksikan oleh para pimpinan organisasi dan pemerintah daerah.

Suasana kebersamaan terlihat dalam sesi penutup yang diakhiri dengan foto bersama. Momen ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam membangun generasi yang berdaya saing.

Melalui Musda XVIII ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa Ikatan Pelajar Al Washliyah Kabupaten Asahan semakin progresif, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (KSC)

Reporter: Dinda Meyla Sari

Pos terkait