KLIKSUMUT.COM | TAPANULI SELATAN ~ Tim Tanggap Darurat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek berkolaborasi dengan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan menyalurkan bantuan alat kebutuhan memasak kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Tim melaksanakan penyaluran bantuan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Bandar Tarutung dan Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, pada Jumat 12 Desember 2025.
Kepala Desa Bandar Tarutung, Sulham Sihombing, menyampaikan informasi tersebut kepada awak media, Rabu (31/12/2025).
BACA JUGA: Polres Labuhanbatu Salurkan Bantuan Korban Bencana di Tapsel
Ia menegaskan bahwa bantuan ini mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.
Kepedulian Sivitas Akademika Pascabencana
Sulham Sihombing menyebut Universitas Aufa Royhan berperan aktif menyalurkan bantuan sekaligus membuka posko kemanusiaan siaga bencana di wilayah terdampak.
“Ini menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan ditanamkan kepada mahasiswa,” ujar Sulham Sihombing.
Ia juga menjelaskan bahwa banjir dan longsor yang melanda Tapsel merusak rumah warga dan menghilangkan berbagai perlengkapan rumah tangga, termasuk peralatan dapur. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Menyikapi situasi itu, DPPM Kemendiktisaintek bersama Universitas Aufa Royhan menghadirkan bantuan yang berfokus pada pemulihan aktivitas dasar masyarakat, khususnya penyediaan dan pengolahan makanan.
Fokus Pemulihan Kemandirian Warga
Tim menyerahkan berbagai perlengkapan dapur yang dapat langsung digunakan oleh warga, baik di rumah maupun di lokasi pengungsian. Bantuan ini diharapkan membantu masyarakat kembali beraktivitas secara bertahap serta mengurangi ketergantungan pada bantuan makanan siap saji.
Hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan ini, Ketua Tim Pelaksana Dr. Haslinah, SKM., M.Kes. Ia membawa anggota tim, yakni Ns. Nanda Masraini, S.Kep., M.Kep., Indra Maulana, S.Pd., M.Pd., Halman Paris Ritonga, SE., MM., serta Bdn. Fatma Mutia, SST., MKM.
Kehadiran tim di tengah masyarakat memperlihatkan kepedulian nyata sivitas akademika terhadap kondisi sosial masyarakat pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Haslinah, menegaskan bahwa bantuan alat memasak merupakan bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang berorientasi pada kemandirian masyarakat. Selain bantuan pangan, masyarakat membutuhkan sarana pendukung agar dapat kembali mengelola kebutuhan makan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Masyarakat Desa Bandar Tarutung dan Simatohir menyambut positif penyaluran bantuan tersebut. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan. Mereka menilai bantuan alat memasak sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga yang kehilangan perlengkapan dapur akibat banjir dan longsor.
BACA JUGA: Bupati Simalungun Serahkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Bencana di Tapteng
Kolaborasi DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam penanganan dampak bencana.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis dalam membantu pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Sulham Sihombing berharap kampus-kampus di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan terus mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan sosial, tidak hanya saat bencana, tetapi juga melalui program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. (KSC)
REPORTER: Y. Martin Panggabean








