DPD LIPPI Sumut: Segera Ditangkap Nama DN Bos Judi Nenggo 999 Sudah Sampai Ke Dir Propam dan Kabareskrim Mabes Polri

Togel Nenggo 9999 Terus Beroperasi, Polisi Tidak Mau Komentar
Salah seorang sedanga bermain judi Toto Gelap (Togel) Nenggo 999 di Kec. Namorambe, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, benar-benar telah mengakar.

MEDAN | kliksumut.com – Pasca Jonny alias Apin BK dijebloskan ke Penjara, nama-nama bandar besar atau big boss judi bermunculan di Sumatera Utara. Salah satunya DN bermarga Nainggolan alias Parude Rude yang kini dikenal luas dengan julukan bos Nenggo 999.

Sosok DN alias Paude ude kini disorot masyarakat luas dengan bisnis haramnya di dunia perjudian. Pria lajang yang kaya raya dari bisnis dugaan perjudian itu disebut-sebut memiliki power, mampu mengutak atik jabatan oknum perwira pemegang jabatan di satker wilayah Jajaran Polda Sumut.

Apalagi menjelang pesta demokrasi pilkada, wakil rakyat hingga pasangan presiden periode tahun 2024-2029, Sosok DN disebut semakin ditakuti sehingga tidak dapat ditindak aparat.

BACA JUGA: Dua Lokalisasi Judi Ketangkasan Tembak Ikan di Komplek Kotabaru Tak Tersentuh Aparat

Menanggapi hal itu, DPD LIPPI Sumut, S Sembiring selaku bendahara angkat suara membeberkan sosok dan sepak terjang DN si boss judi Togel berbendera Nenggo 999.

“Saat ini kita terus berjuang menyuarakan agar D Nainggolan si bos besar Nenggo 999 segera ditangkap dan diproses pihak Kepolisian. Kalau tidak juga kita akan bergerak bertindak langsung. Kita DPD LIPPI Sumut sudah ketahui titik-titik orang yang disebarkan dan dipakai D Nainggolan sebagai Korlap dan juru tulis Judi togel wilayah wilayah. Itu akan kita tangkap dan serahkan ke Polresta Deliserdang atau Polda Sumut sebagai bukti ini sudah menjamur dan mendirikan kerajaan istana judinya,” ujar Bendahara DPD LIPPI Sumut, Sas Sembiring.

Ia menjelaskan bisnis perjudian DN alias Paude ude, sosok yang kini tengah viral diberitakan karena dianggap sakti hingga diduga sangat ditakuti aparat Kepolisian, mulai dari anggota hingga pejabat utama Kepolisian jajaran Polda Sumatera Utara.

“Padahal, di era Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak lokalisasi wisata judi punya DN bos Nenggo 999 itu sudah ditindak, yang berlokasi di Kecamatan Beringin, Deliserdang Wilkum Polresta Deliserdang. Bahkan informasinya kita Terima jika DN ini sudah dicari petugas. Tapi anehnya, di era pergantian Kapoldanya saat ini kok makin berani ini DN berbisnis Judi lagi, tak juga ditindak, ada apa ini semua. Ataukah apa ada?,” kata Sas Sembiring kepada awak media, Kamis (26/10/2023) di markas DPD LIPPI Sumut.

Ia katakan, dirinya dapat informasi bahwa sepak terjangnya DN menggunakan bendera bernama Nenggo 999 dan disebut sebut menguasai 303 di wilayah hukum Polresta Deliserdang, Polda Sumut.

“Nama D Nainggolan pengusaha bisnis 303 yang pernah ditindak Ditreskrimum Polda Sumut, saat ini ia sudah unjuk gigi di masyarakat luas sehingga ia terkesan dibiarkan beroperasi. Bahkan muncul indikasi dan dugaan bahwa bos judi ini sengaja dipelihara dan dibesarkan untuk penyumbang “upeti” Kepada oknum oknum nakal,” sebut Sas lagi.

Bahkan dirinya menyebutkan dari informasi warga masyarakat, wilayah kekuasaan oprasional judi DN bos judi Nenggo 999 menguasai sejumlah daerah di Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.

“Apalagi ini kan menjelang pemilu 2024, kenapa oprasional judi tidak dibersihkan di Deliserdang..??, Apa ini moment untuk pengalihan hingga memunculkan kesan, kita duga sengaja dimunculkan sosok bos judi baru, sehingga menjadi pertanyaannya Ada apa ini, ataukah ada?,” tegas Sas.

Ia menambahkan, jika kehebatan masyarakat sipil dalam bisnis illegal, itu diduga pasti ada timbal balik saling menguntungkan, sehingga bisa dimonopoli tanpa disentuh aparat meski gencar diberitakan di banyak media.

“Ini ada apa dengan jajaran Bapak Kapolresta Deliserdang..?? Apakah bapak sudah lupa dengan perintah tegas bapak Kapolri bersihkan judi saat itu…?? Jadi tolonglah buktikan kinerja Polri sesuai atensi Bapak Kapolri dan pemerintah Jokowi untuk menindak dan memberantas penyakit masyarakat khususnya perjudian,” imbuh Sas.

Bahkan, meski ragu, ia mengatakan isu hangat bila oknum “Poldasu dan Polresta DS“ diduga menerima aliran dana dari bandar judi diduga dipelihara untuk jadi ATM kepentingan pribadi. Apalagi ia jelaskan kondisi ini terjadi saat memasuki pesta demokrasi pemilu 2024.

“Atau ini memang permainan rutin, memanfaatkan pesta demokrasi yang kini tengah ramai disorot sebagai pengalihan?,” ujar Sas.

Terakhir, ia meminta dan berharap agar Kapolda Sumut dan PJU di jajaran Satkernya tidak gentar untuk segera menangkap dan memproses DN ke jalur hukum untuk memulihkan dugaan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

“Kenapa zaman Bapak Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra, seret bos besar Judi Jhonny alias Apin BK mampu ditangkap dan dibuktikan diseret ke meja hijau persidangan hingga dijebloskan ke sel penjara. Bahkan kita ketahui semua, di zaman beliau Pak Panca juga D Nainggolan, bos judi Nenggo 999 tidak ada apa apanya, karena petugas mampu dan berhasil menutup lokalisasi wisata judi DN Nenggo 999 di Kecamatan Beringin, Kabupaten Delserdang,” tambahnya lagi.

BACA JUGA: Togel Nenggo 9999 Terus Beroperasi, Polisi Tidak Mau Komentar

Ia juga menjelaskan diduga bila DN sudah diburu. “Apa karena beliau putra daerah, sensitif dan peka terhadap masyarakat sekampungnya. Karenakan Kapolda Sumut saat ini kan putra pendatang. Apa mungkin beliau gak perduli atau jangan-Jangan malah ada hal hal lain,” kata Sas.

Terakhir Sas menyampaikan bahwa nama DN dengan segala sepak terjangnya di dunia judi bermerek Nenggo 999 sudah sampai ke Kadiv Propam dan Kabareskrim Mabes Polri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Jadi Wahyudi tegas membantah dugaan ketakutan dan kesaktian DN bos judi berbendera Nenggo 999. Ia memastikan Kapolda Sumut komit dan mendukung pemberantasan judi sebagai penyakit masyarakat.

“Kalau ditanya tudingan itu tidak benar. Kita institusi Polri, dimana kebijakan pimpinan, Bapak Kapolri pasti dilaksanakan. Terimakasih informasi ini, saya akan informasikan lebih lanjut ke pimpinan dan pejabat Satker Wilayah agar segera ditindak,” sebut Hadi kepada awak media, Kamis (26/10/2023) malam. (TIM/Y)

Bacaan Lainnya

Pos terkait