REPORTER: Herman Harahap
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | KARO – Terminal angkutan Pedesaan yang terletak di Kelurahan Tambak Lau Mulgap II Kecamatan Berastagi, kini terlihat semakin semrawut dan sangat memprihatinkan akibat tidak adanya penataan dari Instansi terkait.
Terminal ini terlihat seperti tidak ada penataan dari Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Karo, dimana di badan jalan para pedagang sayuran, ikan dan lainnya secara bebasnya menjajakan barang dagangan mereka, secara membentangkan alat seadanya di badan jalan, kondisi ini diperparah lagi para pedagang menggunakan kereta sorong di badan jalan, tanpa memperdulikan keselamatan.
BACA JUGA: Diduga Pungli Tukang Parkir Di Penatapan Bakaran Jagung Diamankan
Pantauan kliksumut.com, Minggu (02/6/2024) terminal angkutan pedesaan ini seakan tidak jelas peruntukannya. Sementara rambu rambu tampak terlihat terpampang di seputaran terminal angkutan pedesaan, tetapi sama sekali tidak berfungsi seperti jalur keluar masuk mobil angkutan umum pedesaan.
Bahkan jelas terlihat para pengemudi angkutan umum pedesaan dengan sesuka hati saja dari mana masuk dan keluar, sehingga dengan kondisi ini, para pengguna jalan yang baik roda dua dan mobil pribadi terpaksa rela dijebak kemacetan di area Terminal Angkutan Umum Pedesaan di Kelurahan Tambak Lau Mulgap II Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.
Akibat kesemrawutan di Terminal tersebut, para pengendara yang ingin melintas harus extra hati hati agar tidak terkena barang dagangan yang berjualan di tengah badan jalan atau bahkan harus kembali mutar balik, tentunya kondisi ini mengakibatkan kemacetan panjang terlebih pada hari Minggu.
BACA JUGA: Bupati Karo Ikuti Pelantikan Panwascam 2024 di Berastagi
Seperti dikatakan salah seorang warga Berastagi M.Ginting (47) memberikan tanggapannya terkait kesemrawutan pasar di Berastagi bahwa sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Karo melalui instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan yang membidangi terminal jalan angkutan umum ini, harus turun ke lapangan melihat keluhan masyarakat di pasar ini.
“Saya pun bingung setiap berbelanja ke Pasar Berastagi ini, selalu dijebak kemacetan yang sangat membosankan di bilang terminal tapi para pedagang semua berada di badan jalan, kadang saya tidak habis pikir mau bagaimana lagi kalau keadaan seperti ini, Stress juga mikirin keadaan ini,” pungkasnya. (KSC)








