REPORTER: Herman Harahap
KLIKSUMUT.COM | KARO – Para pedagang di Terminal Berastagi, Kabupaten Karo, menghadapi tantangan berat akibat rencana relokasi yang dikeluarkan oleh Bupati Karo, Cory Sebayang. Di tengah keterpurukan ekonomi, para pedagang menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan tersebut karena minimnya kejelasan lokasi baru dan kesiapan fasilitas di tempat relokasi.
Penolakan ini muncul setelah para pedagang menerima surat edaran dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Karo pada 20 Januari 2025. Surat tersebut menginstruksikan pemindahan pedagang ke losd jahe-jahe dan bekas Bioskop Ria yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
BACA JUGA: Satnarkoba Polres Tanah Karo Tangkap Dua Pemain Sabu Di Jandi Meriah
Namun, kebijakan ini dinilai memberatkan pedagang yang sedang berjuang menghadapi minimnya daya beli masyarakat.
Keluhan Pedagang: Belum Ada Kepastian
Salah seorang pedagang, N. Br Barus (34), mengungkapkan kekhawatirannya.
“Kami belum tahu di mana lokasi kami nanti, bagaimana prospeknya, dan tempat yang disediakan belum siap. Saat ini, kondisi ekonomi kami sudah sangat sulit. Kami berharap Bupati Karo mempertimbangkan kembali kebijakan ini,” ujarnya saat diwawancarai pada 22 Januari 2025.
Senada dengan itu, UP (45), pedagang lainnya, menyatakan dukungannya terhadap program penataan kota, tetapi berharap ada solusi yang lebih manusiawi.
“Kami mendukung tata kota Berastagi agar lebih indah dan tertib, tetapi tempat relokasi yang layak harus disiapkan terlebih dahulu. Kebijakan ini terasa terburu-buru, dan banyak pedagang belum memiliki lapak di losd jahe-jahe,” katanya.
Surat Edaran: Instruksi Relokasi untuk Keindahan Kota
Surat edaran yang ditandatangani Bupati Karo mengingatkan pedagang untuk:
– Tidak berjualan di area terminal, trotoar, atau badan jalan.
– Menempati losd jahe-jahe bagi pedagang korban kebakaran.
– Tidak memasang tenda di atas trotoar dan badan jalan.
– Menggunakan lapak sesuai ukuran yang telah ditentukan.
Kebijakan ini bertujuan menjaga kenyamanan dan keindahan Berastagi sebagai daerah tujuan wisata. Namun, pelaksanaannya memunculkan tantangan besar, terutama bagi pedagang kecil yang belum memiliki kepastian tempat baru.
Pembangunan Relokasi Belum Rampung
Amatan wartawan pada 22 Januari 2025 menunjukkan bahwa fasilitas di losd jahe-jahe masih dalam tahap penyelesaian. Beberapa infrastruktur seperti talang air dan instalasi listrik belum rampung, sementara pedagang harus membangun sendiri lapak mereka.
Darwan Ginting, Kepala Pusat Pasar Berastagi, menyebutkan bahwa pedagang yang tidak resmi di Terminal Berastagi perlu mencari lokasi lain yang tidak mengganggu kepentingan umum.
“Kami akan membahas ini lebih lanjut dengan instansi terkait,” ujarnya.
BACA JUGA: Genjot Kunjungan Wisatawan, Disbudporapar Karo Gandeng Stakeholder Pariwisata
Harapan Pedagang
Para pedagang berharap Bupati Karo, Cory Sebayang, meninjau ulang kebijakan relokasi ini dan memberikan solusi yang lebih bijaksana. Di tengah keterpurukan ekonomi, mereka menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk meringankan beban hidup mereka.
“Kami hanya ingin tempat yang layak agar bisa terus berdagang dan memenuhi kebutuhan keluarga. Jangan biarkan kami semakin terpuruk,” tutup N. Br Barus dengan penuh harap. (KSC)








