BPSDM Sumut Gelar TOT untuk Widyaiswara



Sementara Koordinator Widyaiswara Sumut M Syahril Harahap menyampaikan, banyak desa yang belum mampu mengelola potensi yang ada secara maksimal. Bahkan dengan anggaran yang besar (Rp1 Miliar per desa/tahun), belum ada yang mampu secara mandiri membangun desanya, meskipun bantuan tersebut sudah berjalan beberapa tahun.

“Mungkin ini motivasi dari BPSDM, untuk bisa melibatkan aparat desa itu sendiri untuk mengelola uangnya secara benar. Sehingga apa yang diharapkan pemerintah pusat, itu bisa kita bantu implementasinya,” sebut Syahril.
 

Baca juga: FPTI Sumut Gelar Seleksi Atlet Menuju Persiapan PON XXI/2024 Aceh-Sumut


Sedangkan dari segi kapasitas widyaiswara, Tim Penjamin Mutu Ahmad Rafiqi Tantawi menyebutkan, tenaga inti nantinya ditargetkan mampu menyiapkan metode penyusunan modul profil desa dan kelurahan. Agar ada standar khusus tentang bagaimana tata cara pengelolaan dana desa oleh aparaturnya.

“Supaya desa yang selama ini kurang perhatian terhadap potensi yang ada, bisa menjadikannya sumber kekayaan. Untuk kesejahteraan masyarakat. Modul inilah yang akan digunakan dan disampaikan oleh para widyaiswara kita nantinya,” jelas Rafiqi, bersama Bitler Sirait dari penjamin mutu Widyaiswara Sumut. (rel/wl)

 

Pos terkait