KLIKSUMUT.COM | BINJAI ~ BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada pekerja keagamaan dalam rangka kegiatan Ramadan Rakyat 1447 H di Area Masjid Al-Fatih, Jalan Soekarno-Hatta Km 17, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur. Penyerahan santunan ini berlangsung pada puncak acara yang digelar sejak Sabtu (28/2/2026) hingga 7 Maret 2026.
Santunan Diserahkan Langsung kepada Ahli Waris
BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Binjai menyerahkan santunan JKM secara langsung kepada ahli waris penerima manfaat. Sekretaris Daerah Kota Binjai menyerahkan masing-masing santunan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris pekerja keagamaan dan sosial.
Penerima santunan berasal dari berbagai profesi, antara lain marbot masjid di Kecamatan Binjai Timur, penggali kubur di Kelurahan Jati Utomo, bilal mayit di Kelurahan Jatinegara, serta bilal mayit di Kelurahan Jati Makmur. Program ini menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja dari risiko sosial ekonomi.
Edukasi Perlindungan Jaminan Sosial
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai, Inggrid Mayasari, menegaskan bahwa selain penyerahan santunan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan booth layanan yang memberikan informasi lengkap tentang program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mengetahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang dapat dialami pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih aman dan sejahtera,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan dan Beasiswa untuk Keluarga Nelayan Hilang di Sergai
Harapan Penerima Santunan
Para penerima santunan menyampaikan rasa syukur dan harapan agar program ini terus berlanjut. Tarkidi, seorang marbot masjid, mengatakan,
“Santunan ini sangat membantu keluarga kami. Tapi kami berharap program seperti ini terus berjalan, bukan hanya saat ada acara besar,” tambah Inggrid.
Seorang bilal mayit, Wawan menambahkan, perlindungan ini membuat kami merasa lebih dihargai.
“Semoga semakin banyak pekerja informal yang bisa ikut serta agar semua mendapat jaminan yang sama,” ucapnya. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi





