Sosialisasi Abon Kerang Dari Empat Profesor USU Untuk Ibu-ibu Nelayan di Langkat

MEDAN | kliksumut.com – Barangkali Anda termasuk yang jarang sekali mendengar kuliner ‘abon kerang’? Kuliner abon yang sering didengar oleh masyarakat luas adalah abon sapi, dan lainnya.

Namun kali ini empat guru besar lintas disiplin ilmu dari Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan satu inovasi dan sosialisasi dalam satu rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk warga nelayan di Kabupaten Langkat pada Minggu 3 Desember 2023 lalu.

Empat guru besar USU yang berkolaborasi itu antara Prof. Dr. Khairina Nasution, M.S. (Fakultas Ilmu Budaya) dan Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D. (Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App, Sc., Apt.(Fakultas Farmasi) dan Prof. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, S.E. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) mengadakan pengabdian masyarakat (PKM) di Desa Pematang Cengal, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dengan cara mengembangkan usaha kerang menjadi sediaan abon kerang yang memiliki nilai gizi dan nilai jual yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Rayakan Kemerdekaan RI ke 78, AKPOL ’95 berikan Paket Sembako di Kampung Nelayan

Menurut Prof Khairina Nasution, sosialisasi empat guru besar USU ini merupakan salah satu usaha dari kalangan perguruan tinggi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengembangkan usaha kerang di kampung nelayan Desa Pematang Cengal ini.

“Kami dari perguruan tinggi ini merasa terpanggil untuk membantu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di desa nelayan ini,” ujar Khairina.

Dia mengungkapkan bahwa selama ini para nelayan di Desa Pematang Cengal kebanyakan menangkap hasil pancingannya berupa kerang-kerang yang akan dijual ke pengumpul kerang dengan harga yang relatif murah. Kerang-kerang tersebut kemudian dijual di pasar tradisional. Ada juga hasil kerang tersebut yang langsung diolah oleh kalangan istri nelayan setempat dengan cara direbus kemudian dikeluarkan dari cangkangnya dan dijual di pasar tradisional.

Para guru besar ini menyayangkan belum adanya kepedulian dan pengetahuan yang memadai dari kalangan nelayan itu sendiri untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan mereka dalam mengembangkan budi daya kerang untuk dijadikan makanan olahan yang bernilai ekonomis.

“Rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya pengetahuan dalam mengelola kerang menyebabkan rendahnya pendapatan keluarga dalam meningkatkan ekonomi di desa itu. Padahal usaha nelayan mencari kerang ini ada memberikan peluang untuk menjadi makanan olahan seperti abon kerang,” ujar Prof Arlina Nurbaity Lubis menimpali.

Di tempat yang sama, Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App, Sc., Apt. guru besar Fakultas Farmasi USU menjelaskan bahwa kerang ini yang diolah menjadi abon kerang ini dinilai mengandung gizi tinggi dan tahan lama (awet).

BACA JUGA: Gubernur Edy Rahmayadi Berharap Nelayan Sibolga dan Tapteng Lebih Makmur

“Namun sayangnya mereka juga belum memiliki pengetahuan bagaimana cara memasarkan abon kerang yang bergizi tinggi tersebut sehingga dapat dijual ke luar daerah. Padahal,” ujarnya.

Menurut Prof Khairina, pengabdian kepada masyarakat dosen dan guru besar USU ini bertujuan untuk membantu mengembangkan lapangan pekerjaan yaitu dengan cara meningkatkan keterampilan para istri nelayan Desa Pematang Cengal dalam usaha pengolahan kerang menjadi abon kerang sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat yang tidak hanya dapat dipasarkan di pasar tradisional saja tetapi juga dipasarkan di luar desa.

“Pengabdian ini juga merupakan salah satu implementasi dari tridharma perguruan tinggi yang dapat memberi kontribusi bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dapat menambah pendapatan masyarakat sekaligus dapat membangun ekonomi pedesaan,” katanya. (REL)

Bacaan Lainnya

Pos terkait