USU dan SMAN 2 Medan Deklarasi Anti-Intoleransi di Ruang Digital

USU dan SMAN 2 Medan Deklarasi Anti-Intoleransi di Ruang Digital
SERAHKAN CENDERAMATA: Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan cendera mata kepada Kepala sekolah SMA Negeri 2 Drs. Marsito, M.Si., sebagai bentuk kolaborasi dan pengabadian bersama mahasiswa dengan siswa, Senin (2/10/2025). (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) bersama siswa SMA Negeri 2 Medan menyatakan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk intoleransi di ruang digital melalui Deklarasi Anti-Intoleransi, Senin (3/11/2025).

Deklarasi ini menegaskan komitmen mereka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta menghargai keragaman.

Sosialisasi Intoleransi di Ruang Digital

Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi, mahasiswa USU, di antaranya Andryansah Rizki Pratama, Abraham Doziso Nikolman Bago, dan Renhard Ian Fahrel Sinaga, bersama para siswa memajang poster imbauan di berbagai sudut SMA Negeri 2 Medan.

BACA JUGA: Seruan Tegas Bupati Tapteng: Jangan Usik Kondusifitas dengan Tindakan Intolerasi!

Mereka mengajak seluruh pelajar agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk intoleransi yang muncul di media sosial maupun kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menyasar siswa kelas X-2 dan bertujuan menumbuhkan pemahaman mengenai bahaya intoleransi yang semakin marak di lingkungan sekolah dan dunia digital. Melalui edukasi tersebut, panitia berharap siswa dapat menerapkan sikap saling menghormati di tengah kehidupan sosial yang beragam.

Mentor kegiatan, Marcelino Zefanya Alinskie Saragi, bersama ketua panitia sekaligus penanggung jawab, Glen Fiter Siallagan, memimpin jalannya sosialisasi. Mereka menegaskan bahwa edukasi mengenai intoleransi penting bagi pelajar SMA agar tidak terjebak pada perilaku diskriminatif di dunia nyata maupun media sosial.

BACA JUGA: Pemerintah Aceh Dorong KPI Susun Aturan Pengawasan Konten Media Sosial Sesuai Qanun Penyiaran

Pemaparan Materi dan Diskusi Kelompok

Acara berawal dengan penyampaian pesan dari guru Bimbingan Konseling mengenai pentingnya sosialisasi ini. Glen Fiter Siallagan kemudian menjelaskan bahwa kasus intoleransi masih marak terjadi dan perlu dicegah sejak dini.

“Dengan sosialisasi ini, kami akan memberikan pemahaman tentang buruknya tindakan intoleransi di dunia maya maupun kehidupan nyata dan cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikan tindakan tersebut,” ujar Glen dalam keterangan resmi tertulis, Selasa (25/11/2025).

Glen berharap, ilmu yang mereka berikan membawa dampak positif dan menekan tindakan intoleransi, serta memberi efek domino bagi siswa dan siswi.

BACA JUGA: Seorang Pria di Aceh Selatan Ditangkap Polisi Dugaan Sebarkan Vidio Kesusilaan Dan Pemerasan

Kegiatan berlanjut dengan ice breaking oleh Marsinta Sola Gratia Aritonang, Fleon Saori Sinaga, dan Samuel Marudut Hotasi Siagian untuk meningkatkan fokus siswa.

Setelah itu, Ahmad Reja Syahputra, Christian Louis Fernando Sihite, dan Edward Henry Chusandra memaparkan materi tentang pengertian intoleransi, dampak yang dapat timbul, serta langkah pencegahannya.

Selanjutnya sesi diskusi kelompok. Setiap kelompok menerima contoh kasus intoleransi di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X. Mahasiswa meminta siswa mencari solusi yang tepat untuk mencegah tindakan tersebut. Melalui diskusi ini, siswa belajar memahami perasaan orang lain, melihat masalah dari berbagai perspektif, serta menerapkan sikap terbuka terhadap perbedaan.

BACA JUGA: Waspada Akun FB Palsu Atasnamakan Gubernur Aceh

Apresiasi Sekolah

Kepala SMA Negeri 2 Medan, Drs. Marsito, M.Si., menyambut baik kegiatan tersebut karena sangat bermanfaat bagi para siswa.

Ia menegaskan, program ini membantu siswa memahami bahaya intoleransi dan pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan sekolah.

Sejumlah mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya TM Rafly Ahmadinejad Siregar, Darin Keysa Imtiyaz, Reyhan Andika Panjaitan, Rafi Adzka Nst, Nadia Aulia Putri Nasution, Yohanna Hutapea, dan Ardanetha Simanulang. (KSC)

Pos terkait