Gedung Sekolah Rusak Parah, Siswa SD di Aceh Selatan Tetap Semangat Belajar

Gedung Sekolah Rusak Parah, Siswa SD di Aceh Selatan Tetap Semangat Belajar
Siswa SD di Aceh Selatan Tetap Semangat Belajar

REPORTER: Dahyati

KLIKSUMUT.COM | ACEH UTARA – Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan, semangat belajar siswa dan dedikasi para guru di SD Negeri Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, patut diacungi jempol. Sekolah dasar yang berada di wilayah perbukitan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus menuntut ilmu.

Bangunan sekolah tampak nyaris roboh. Tiang-tiang penyangga sudah keropos, meja dan kursi siswa koyak serta tidak layak pakai. Bahkan, meja guru terpaksa menggunakan meja bekas siswa yang sudah dimakan rayap, hanya beralas kain seadanya. Tidak ada rak atau lemari penyimpanan buku, membuat proses belajar mengajar berlangsung dengan berbagai keterbatasan.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat 13 guru yang mengabdi di sekolah yang hanya memiliki 24 siswa ini. Mereka tetap datang setiap hari untuk mengajar di tengah keterpencilan, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Tapaktuan.

“Sekolah kami sudah pernah dikunjungi oleh dinas terkait, tapi hanya sebatas survei, belum ada tindak lanjut sampai hari ini,” ujar Suwarti, S.Pd, Kepala Sekolah SDN Panton Luas, saat diwawancarai pada Selasa (14/10/2025).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Ke Pedalaman Aceh Utara, Kak Na Hibur Yatim dan Jemput Aspirasi

Suwarti berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan, khususnya alat bantu pembelajaran modern seperti infokus atau proyektor, agar siswa di pelosok tidak tertinggal dalam dunia digital.

“Sekarang zamannya pembelajaran digital. Saya ingin anak-anak di sini juga bisa tampil percaya diri seperti siswa di kota. Setidaknya kami punya infokus,” tambahnya.

Meski berada di daerah terpencil, jaringan internet Starlink telah hadir di desa ini sejak satu tahun terakhir. Jaringan tersebut menjadi satu-satunya jendela informasi digital yang bisa dimanfaatkan oleh siswa dan masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang tiap rumah bisa akses internet dengan biaya Rp150 ribu per bulan. Warga siap bayar karena sangat membantu untuk belajar dan kegiatan sehari-hari,” kata Suwarti.

Meski begitu, internet saja tidak cukup. Tanpa perbaikan fisik gedung sekolah dan fasilitas dasar, akses pendidikan berkualitas masih sulit tercapai.

BACA JUGA: Anak Hebat itu Bernama Cut Shofi

Cerita dari SD Negeri Panton Luas adalah potret nyata perjuangan pendidikan di daerah pelosok Indonesia. Di tengah segala keterbatasan, harapan untuk perubahan dan dukungan pemerintah terus dinantikan.

“Kami hanya ingin anak-anak di sini bisa belajar dengan nyaman dan tidak tertinggal dari sekolah lain,” pungkas Suwarti dengan mata berkaca-kaca. (KSC)

Pos terkait