MEDAN | kliksumut.com – Alunan tembang “Janji Suci” yang dipopulerkan oleh Yovie dan Nuno terdengar indah menghiasi rumah yang berlokasi Jalan Sei Silau Medan. Lagu romantis yang dirilis tahun 2007 ini selalu menjadi teman setia bagi pria berkepala plontos saat melakukan olahraga pagi di depan rumah untuk meningkat imun di masa pandemi. Tidak hanya itu saja, alumni SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan tahun 1983 juga setia terhadap protokol kesehatan (Prokes) meskipun sudah divaksin.
Awal pandemi, bulan Maret 2020 yang melanda Indonesia. Hal ini membuat kehidupan masyarakat berubah drastis karena tekanan yang datang dari berbagai penjuru, termasuk dari aktivitas yang dikerjakan secara online maupun offline. Namun, bagi pria bernama lengkap Andy P Koesno ini menyikapi wabah dunia ini dengan tetap berdoa kepada Allah SWT agar segera berakhir dari tanah air. Selama masa pandemi, dirinya tetap setia dengan prokes sesuai dengan aturan pemerintah. Prokes juga diterapkan dalam keluarga sehingga agar tetap sehat sehingga terhindar dari paparan virus yang membahayakan jiwa manusia.
Pria yang dilahirkan di Medan ini, tetap setia memakai masker dalam aktivitas sehari-hari. Himbauan pemerintah agar semua orang (baik yang sehat atau sakit) agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pasalnya maskermu melindungiku dan maskermu melindungku agar terhindar dari paparan virus Covid-19. Penting bagi masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Di masa pandemi ini, sangat disarankan untuk mencuci tangan dan sangat disarankan untuk mencuci tangan setelah bepergian keluar rumah atau setelah berjabat tangan dengan orang lain. Hal ini membuat anak keempat dari lima bersaudara ini tetap menyediakan handsanitizer dalam mobil dan dalam saku celana sebagai media untuk mencuci tangan selama menjalankan aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA: Atlet Anggar Kota Medan Terapkan Prokes Di Masa Pandemi
Pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini selalu setia untuk menjaga jarak saat di tempat dan fasilitas umum dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. Selain itu, pria yang suka humor ini tetap setia menjauhi kerumunan merupakan salah satu gerakan prokes yang juga harus dilakukan. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah, masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Apalagi semakin banyak dan sering bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.
Anak dari pasangan Herman Koesno dan Farida ini mengurangi mobilitas dan tetap berada di rumah bersama keluarga usai pulang beraktivitas. Pasalnya, virus penyebab Covid-19 dapat berada di mana saja. Jadi, semakin banyak menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus tersebut.
“Mari kita terapkan prokes dengan gerakan 5M dalam kegiatan di rumah maupun di luar rumah untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 dalam lingkungan masyarakat, khususnya lingkungan keluarga. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi salah satunya dengan rutin mengonsumsi air putih dan tetap berolahraga”, ajak pria yang dilahirkan pada 10 Agustus 1963 ini, Jumat (22/10/2021).
Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19, dengan menargetkan kekebalan imunitas (herd imunity) terhadap Covid-19 bisa tercapai pada akhir 2021. Vaksinasi telah dimulai 13 Januari 2021. Vaksinasi merupakan tindakan untuk memasukkan vaksin ke tubuh manusia guna mendapatkan reaksi respons imun menghasilkan antibodi. Diharapkan dengan program vaksinasi tersebut, antibodi atau imunitas dalam tubuh terbentuk sehingga mampu mengatasi virus penyebab Covid-19.
Namun, pria yang dilahirkan 58 tahun silam ini sempat galau. Pasalnya, sudah dua kali gagal untuk vaksinasi disebabkan tekanan darah terlalu tinggi. Keinginan untuk mendapat vaksin terus membara dalam hati. Kegalauan dalam hati terobati setelah akhir dapat divaksin. Ada kebanggan bagi dirinya sendiri setelah divaksin merasa nyaman, tenang dan percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan tetap setia dengan prokes meskipun sudah divaksin.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai saat ini masih diberlakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Hal ini bukan hal yang mudah, karena selain regulasi yang dikeluarkan pemerintah, tentunya kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk patuh dan taat prokes sangat dibutuhkan. Apalagi kota Medan berlaku PPKM telah turun level II dari level IV.
Suami dari Tetty Sumarty ini, terus setia dengan Prokes, meskipun kota ketiga terbesar di Indonesia sudah turun level PPKM. Kebijakan penerapan PPKM adalah sesuatu yang tak dapat dihindari guna menekan laju penularan Covid-19, serta mengendalikan kapasitas rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 agar tidak over capacity.
BACA JUGA: Atlet Angkat Besi Kota Medan Fokus Latihan Di Masa Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Prokes
Ayah dari Rizky M.Koesno dan Egidia P.Koesno bersama teman satu alumni SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan telah melakukan kegiatan vaksinasi untuk keluarga Ika Alumni SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan dan keluarga besar KAI Sumut serta masyarakat umum yang digelar SMA Kemala Bhayangkari 1 Jalan KH Wahid Hasyim No 1 M Medan, Sabtu (2/10/2021) lalu. Kegiatan ini, didukung tenaga kesehatan dari RS Bhayangkara Sumut dan Urkes Polrestabes Medan. Sebagai penyedia vaksin Polrestabes Medan sebanyak 1100 dosis tahap pertama. Dirinya dipercayakan sebagai koordinator kegiatan vaksin tersebut.
Selain itu, penyandang DAN VI dari Nicaragua terus eksis membina jujitsan selama wabah pandemi melanda tanah air. Pembinaan ini tetap menerapkan prokes bagi jujitsan untuk mendukung program pemerintah mempersempit penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masyarakat khususnya masyarakat olahraga.
Ketua harian Jujitsu Fighter Sumetara Utara (JFS) ini, selama pandemi memantau latihan para jujitsan di Kabupaten/kota secara virtual untuk mengetahui pembinaan yang dilakukan. Ditegaskan kepada seluruh pengurus JFS di Kabupaten/Kota untuk disiplin menerapkan Prokes saat latihan maupun dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penerapan Prokes ini agar para jujitsan terhindar dari paparan Covid-19. (BNL)








