
JAKARTA | kliksumut.com – Kembali lagi, hubungan Amerika Serikat memanas. Akibat Amerika Serikat akan melakukan pemblokiran kabel data di bawah laut memghubungkan AS ke Hong Kong dikhawatirkan akan adanya pencurian data oleh China.
Kabel jaringan tersebut milik Pacific Light Cable Network, yang didukung oleh Google dan Facebook, dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas internet antar negara.
Sehingga komite pemerintah AS yang dikenal sebagai “Team Telecom” merekomendasikan agar AS menolak persetujuan menghubungkan kabel data di bawah laut tersebut. Insiden ini dilaporkan menjadi kabel data bawah laut pertama yang ditolak AS dengan alasan keamanan nasional.
Akan tetapi ada yang berbeda, komite pemerintah AS tetap merekomendasikan persetujuan untuk jaringan kabel bagian Taiwan dan Filipina.
Baca juga : Agar Menangi Pilpres AS, Trump Minta Bantuan Presiden China
Namun di jelaskan komite dengan Keamanan nasional yang dimaksud adalah untuk menghindari upaya berkelanjutan China untuk memperoleh data pribadi sensitif jutaan orang AS, dan akses ke data negara lain China melalui kedua investasi infrastruktur digital.
Bukan hanya itu saja, AS juga menghindari hubungan Grup Peng dengan intelijen China dan layanan keamanan, dan kewajibannya di bawah undang-undang intelijen dan keamanan cyber China.
Bahkan, AS merasa tindakan China untuk menghapus otonomi Hong Kong dan memungkinkan kemungkinan intelijen China dan layanan keamanan akan beroperasi secara terbuka di Hong Kong tidak masuk akal.
Maka keputusan itu adalah hasil dari ketegangan yang kian meningkat antara AS dan China dalam perang dagang, serta perseteruan lainnya yang belum selesai antara kedua negara tersebut.
Disebabkan berawal dari ketegangan setelah Presiden Trump berkuasa, AS memberlakukan tarif miliaran dolar untuk barang-barang China. Tak terima dengan perlakuan AS, China membalas dengan menaikan tarif kepada AS.
Bukan itu saja disisi lain, Trump menuduh China melakukan perdagangan tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual. Selain itu, AS juga menargetkan perusahaan teknologi China, yakni Huawei, sebagai ancaman keamanan nasional AS. AS juga mengambil sikap yang lebih agresif terhadap Hong Kong.
Dengan begitu China mencoba menerapkan undang-undang keamanan di Hong Kong, AS mengatakan UU tersebut akan mengancam otonomi kota, yang termasuk wilayah administrasi khusus China.
Sehingga Trump mengatakan dia akan menghapus status istimewa Hong Kong dalam hukum AS.
“Bahwa China telah menggantikan satu negara, dua sistem, dengan satu negara, satu sistem,” sebut Trump pada Mei lalu, sebagaimana dilaporkan oleh BBC Internasional.
Bagaimana Jaringan Pacific Light Cable Network?
Bayangkan di seluruh dunia, ada ratusan kabel bawah laut yang menyediakan konektivitas internet. Kabel baru milik Pacific Light Cable Network diumumkan pada 2016 sebagai kemitraan antara Google, Facebook, dan perusahaan teknologi lainnya
Sehingga Google mengatakan kabel jaringan tersebut sepanjang 12.800 km (8.000 mil) dan akan menjadi “rute trans-Pasifik berkapasitas tertinggi”.
Baca juga : Kapal Perang AS-China Hanya 100 Meter, Perang Akan Nyata
“Maka dengan kata lain, (kabel) akan menyediakan kapasitas yang cukup bagi Hong Kong untuk memiliki 80 juta panggilan konferensi video HD bersamaan dengan Los Angeles,” sebut perusahaan itu.
Bahkan proyek ini juga akan memiliki bagian yang menghubungkan AS dengan Taiwan dan Filipina.
Untuk saat ini, kabel yang sudah diletakkan itu menelan biaya “jutaan dolar”, tetapi belum tersambung karena masih membutuhkan persetujuan untuk beroperasi.
Sebab salah satu perusahaan yang bekerja dengan Facebook dan Google adalah Grup Peng, raksasa broadband berbasis China.
sumber : cnbcindonesia.com








