KLIKSUMUT.COM | BRUSSELS – Belgia secara resmi menyetujui penjualan empat kapal pemburu ranjau (minehunter) yang telah dinonaktifkan kepada Bulgaria dalam kesepakatan bernilai €24 juta (lebih dari Rp400 miliar). Keempat kapal tersebut akan dimodernisasi terlebih dahulu di galangan kapal Belgia sebelum akhirnya bertugas memperkuat armada Bulgaria di Laut Hitam.
Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, menyatakan bahwa kesepakatan ini bukan hanya memperkuat kehadiran NATO di kawasan strategis Laut Hitam, tetapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi Belgia.
“Bulgaria akan menerima kapal yang siap operasional di Laut Hitam, dan industri Belgia akan menikmati manfaat dari kontrak kerja dan teknologi tinggi senilai €24 juta,” ujar Francken dalam konferensi pers, Jumat (13/9/2025).
BACA JUGA: Nepal Memanas: Menteri Luar Negeri Dipukuli Demonstran, Aksi Brutal Terekam Kamera
Langkah Belgia ini dianggap sebagai bagian dari strategi ganda: memperkuat aliansi militer NATO sekaligus mengurangi beban biaya pemeliharaan kapal-kapal tua seiring transisi ke kapal generasi baru. Menurut Francken, penjualan ini juga menghindarkan Belgia dari pengeluaran besar untuk pembongkaran kapal yang tidak lagi digunakan.
“Kami tidak hanya memperkuat NATO, tetapi juga ekonomi kita sendiri,” tambah Francken.
BACA JUGA: PBB: Hampir Separuh Misi Kemanusiaan di Gaza Dihalang-Halangi Israel, Situasi Makin Genting
Sesuai perjanjian, seluruh proses modernisasi dan pemeliharaan kapal akan dilakukan di Belgia dengan biaya ditanggung oleh pihak Bulgaria. Hal ini menciptakan kontrak jangka panjang bagi perusahaan-perusahaan teknik dan maritim Belgia, serta membuka peluang kerja bagi tenaga ahli di sektor pertahanan.
Tak hanya itu, Francken mengungkapkan adanya kemungkinan penambahan tiga kapal asal Belanda dalam program serupa di masa depan, yang semakin memperluas dampak positif kesepakatan ini bagi kawasan Eropa. (KSC)








