Menurutnya, perbaikan pertumbuhan ekonomi itu dapat diketahui dari sisi permintaan. Di mana, perbaikan terutama dari ekspor yang didorong permintaan negara mitra dagang dan peningkatan harga komoditas, terkonfirmasi dari indikator Purchasing Managers Index (PMI) di AS, Singapura, Zona Eropa dan Jepang.
Sedangkan dari sisi penawaran, seluruh komponen utama mengalami perbaikan. Perbaikan industri pengolahan didorong meningkatnya permintaan Tiongkok terhadap CPO menjelang hari raya Imlek.
Baca juga: Pemprovsu Bersama BUMN dan Penegak Hukum Bentuk Unit Sapu Bersih
Dikatakannya, perbaikan pertanian karena musim panen beberapa komoditas utama. Sektor perdagangan masih mengalami kontraksi sejalan dengan sisi permintaan, karena adanya penerapan PPKM Mikro sepanjang triwulan I-2021.
Dalam Rakorprov TPID se Sumut tersebut, Soekowardojo juga menjelaskan ekonomi triwulan II-2021 diproyeksikan lebih tinggi dari triwulan I-2021.
“Optimisme perbaikan mengindikasikan ekonomi dapat kembali tumbuh positif yang didukung perkembangan berbagai indikator terkini, serta adanya faktor base effect,” tukasnya.
Selain itu, sebutnya, menguatnya kinerja ekonomi global akan mendorong akselerasi produksi komoditi ekspor dari industri pengolahan.
Usaha bangunan dan perdagangan akan mengalami akselerasi sejalan dengan kondusifnya kegiatan proyek baik PSN terkait infrastruktur, optimisme UU Cipta Kerja, dan ekspansi swasta, serta HBKN Idul Fitri yang mendorong aktivitas penjualan eceran.
Berdasarkan tracking terkini, kondisi perekonomian Sumut 2021 akan terakselerasi dibandingkan 2020. Pertumbuhan diperkirakan dengan indikasi positif sebesar 3%-4,5% sejalan dengan optimisme perbaikan ekonomi global maupun nasional.
Perbaikan ekonomi global diprediksi akan mendorong peningkatan ekspor dari lapangan usaha tradable. Selain itu, adaptasi kenormalan baru dan program vaksinasi tidak hanya memberikan dampak kepada aspek kesehatan masyarakat dan berdampak positif kepada perekonomian.
Baca juga: Perwal No.11/2020 Tentang Karantina Kesehatan Didukung Pemprovsu dan Polda Sumut
“Ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan peningkatan konsumsi swasta dan investasi,” ungkapnya.
Kebijakan pemerintah memberikan stimulus fiskal dan kebijakan moneter BI yang akomodatif diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Untuk itu Soekowardojo berharap kepada 33 kepala daerah baik walikota dan bupati se Sumatera Utata bersama-sama menekan laju inflasi dan mengawasi melonjaknya harga-harga, sehingga perekonomian sumut semakin terus membaik. (swisma)








