Wamenpar Ni Luh Puspa Minta Destinasi Wisata Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Sekolah 2026

Wamenpar Ni Luh Puspa Minta Destinasi Wisata Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Sekolah 2026
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (tengah) meninjau atraksi wisata Waterbom Bali menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur sekolah mendatang

KLIKSUMUT.COM | BALI – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata di Indonesia meningkatkan kesiapan menghadapi periode libur sekolah 2026 yang diperkirakan akan memicu lonjakan kunjungan wisatawan nusantara di berbagai daerah, termasuk Bali.

Saat melakukan kunjungan kerja ke destinasi wisata air ternama di Bali, Jumat (5/6/2026), Wamenpar menegaskan bahwa momentum libur sekolah menjadi salah satu periode penting bagi sektor pariwisata nasional karena berpotensi meningkatkan pergerakan wisatawan secara signifikan.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah,” ujar Ni Luh Puspa, dikutip Minggu (7/6/2026).

Menurut Wamenpar, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan harus menjadi perhatian utama seluruh pengelola destinasi wisata. Oleh karena itu, seluruh fasilitas dan layanan wajib dipastikan berada dalam kondisi terbaik sebelum memasuki masa puncak kunjungan wisatawan.

Ia menilai libur sekolah tidak hanya menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga momentum penting untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata Indonesia yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kesiapan destinasi harus mencakup sarana dan prasarana, pengelolaan pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar memberikan apresiasi kepada manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan menerapkan standar operasional yang tinggi dalam pengelolaan destinasi wisata.

BACA JUGA: Kemenpar Perkuat Pariwisata Premium Indonesia, Dorong Wisatawan Pilih Liburan Mewah di Dalam Negeri

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata Indonesia,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan standar keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, terutama pada aktivitas wisata berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata serta diperkuat dengan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan mulai dari tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.

“Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan,” ujar Ni Luh Puspa.

Sementara itu, CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode high season dan libur sekolah dengan menerapkan pengawasan kualitas yang ketat terhadap seluruh fasilitas dan sarana pendukung.

“Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season,” kata Sayan.

BACA JUGA: Kemenpar Gandeng OTA Bangun Sistem API Verifikasi Hotel dan Vila Berizin, Siap Diluncurkan 2027

Tidak hanya memastikan kualitas fasilitas, Waterbom Bali juga menerapkan sistem manajemen kapasitas pengunjung secara disiplin guna menjaga kenyamanan wisatawan serta daya dukung lingkungan.

“Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Periode libur sekolah 2026 diprediksi menjadi salah satu pendorong utama peningkatan wisatawan domestik di Indonesia. Dengan kesiapan destinasi yang optimal, pemerintah berharap wisatawan dapat menikmati pengalaman berlibur yang aman, nyaman, dan berkesan sekaligus memperkuat citra pariwisata Indonesia sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait