Viral Retribusi Berlapis di Wisata Air Panas Karo, Kunjungan Wisatawan Anjlok hingga 70 Persen

Viral Retribusi Berlapis di Wisata Air Panas Karo, Kunjungan Wisatawan Anjlok hingga 70 Persen
Pasca kisruh pengutipan retribusi air panas,tingkat kunjungan wisatawan anjlok hingga 70,% membuat pelaku wisata di lokasi tersebut mengeluh

KLIKSUMUT.COM | KARO – Kisruh pengutipan retribusi berlapis yang viral di media sosial ternyata membawa dampak serius bagi sektor pariwisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah video dugaan pengutipan ganda terhadap wisatawan di kawasan objek wisata air panas Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, ramai diperbincangkan publik, jumlah kunjungan wisatawan dilaporkan merosot tajam.

Pelaku usaha di kawasan wisata air panas mengaku mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat berkurangnya jumlah pengunjung sejak peristiwa tersebut menjadi sorotan masyarakat.

Video Viral Pengutipan Retribusi Berlapis Hebohkan Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik pengutipan retribusi oleh dua kelompok berbeda di jalan menuju objek wisata air panas Desa Semangat Gunung viral di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (1/6/2026) itu menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak wisatawan mengaku merasa tidak nyaman karena harus membayar retribusi lebih dari satu kali sebelum memasuki kawasan wisata.

Bacaan Lainnya

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan dan kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Karo tersebut.

Dampak Langsung, Wisatawan Menurun Drastis

Akibat polemik yang terus bergulir, sejumlah pelaku usaha di kawasan pemandian air panas mengaku merasakan dampak ekonomi yang cukup berat.

Salah seorang pengusaha pemandian air panas berinisial R (38) mengatakan tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut secara keseluruhan mengalami penurunan drastis hingga mencapai 70 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memukul para pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

“Akibat kisruh pengutipan retribusi ini, tingkat kunjungan wisatawan ke pemandian air panas secara global turun hingga 70 persen. Ini sangat berdampak kepada kami sebagai pelaku usaha wisata,” ujarnya.

Pengusaha Khawatir Terancam Bangkrut

Penurunan jumlah pengunjung tidak hanya berdampak pada pengelola pemandian air panas, tetapi juga pelaku usaha lainnya seperti pedagang, penginapan, hingga penyedia jasa wisata di sekitar lokasi.

BACA JUGA: Polres Karo Kawal Aksi Unjuk Rasa Warga Doulu dan Semangat Gunung di Kantor Bupati Karo, Situasi Tetap Kondusif

Para pelaku usaha khawatir jika kondisi tersebut terus berlanjut, keberlangsungan usaha mereka akan terancam.

“Kalau tingkat kunjungan wisatawan terus seperti ini, tentunya usaha kami bisa bangkrut,” ungkapnya.

Menurut para pengusaha, kepercayaan wisatawan menjadi faktor utama yang harus segera dipulihkan agar sektor pariwisata di kawasan tersebut kembali bergairah.

Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati Karo

Dampak dari polemik retribusi tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga memicu reaksi masyarakat setempat.

Ratusan warga dari Desa Daulu dan Desa Semangat Gunung dilaporkan mendatangi Kantor Bupati Karo di Kabanjahe untuk meminta kejelasan terkait persoalan pengutipan retribusi yang selama ini menjadi perdebatan.

Aksi tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap keberlangsungan sektor wisata yang menjadi salah satu sumber ekonomi penting bagi warga sekitar.

Harapan Pengusaha: Hapus Praktik yang Membingungkan Wisatawan

Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut agar citra wisata air panas di Kabupaten Karo kembali pulih.

Mereka menilai penghapusan praktik pengutipan yang dianggap tidak jelas dapat menjadi solusi untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Harapan kami, ini menjadi momentum untuk menghapus praktik yang tidak jelas demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Jika itu dilakukan, kami yakin lokasi pemandian air panas bisa kembali ramai dikunjungi,” kata salah seorang pengusaha.

Ia menambahkan, sektor wisata air panas menjadi salah satu sumber ekonomi utama masyarakat setempat mengingat minimnya objek wisata yang dikelola pemerintah di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Warga Daulu dan Semangat Gunung Geruduk Kantor Bupati Karo, Tolak Mandat Baru Retribusi Pemandian Air Panas

Pariwisata Karo Butuh Kepastian dan Keamanan

Pengamat pariwisata menilai bahwa kepastian pengelolaan dan rasa aman merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan.

Jika polemik ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan citra destinasi wisata air panas di Desa Semangat Gunung akan semakin terdampak dan berpotensi mengurangi minat wisatawan dalam jangka panjang.

Karena itu, berbagai pihak berharap solusi terbaik dapat segera ditemukan demi menjaga keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. (KSC)

REPORTER: Herman Harahap/Jaya Surbakti

Pos terkait