Kol. Arh Toto Raharjo mengutip perkataan Bung Hatta, Kemerdekaan bangsa ini bukanlah tujuan akhir, namun Kemerdekaan itu adalah pintu gerbang untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
Sekarang ini, sadar atau tidak sadar, kita sudah kalah secara politik, budaya dan ekonomi. Untuk itu, jangan kita salah mapping terhadap potensi, kendala, peluang serta tantangan yang ada pada kondisi geografi dan demografi Indonesia. Momen peringatan Maulid Nabi SAW, kita harus persiapkan generasi yang bisa mengelola, dimana Kampus harus berperan untuk bisa melahirkan generasi yang unggul.
“Apabila, kita kalah di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya maka aturan itu pasti akan kita langgar. Seperti Maling itu tahu bahwa mencuri ada perbuatan yang tidak baik dan melanggar hukum, namun karena terdesak ekonomi maka ia pun terpaksa melakukan aksi pelanggaran itu untuk sekadar memenuhi kelaparannya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Fakultas Pertanian UISU Terima Bantuan Traktor Dari Kementerian Pertanian RI
“Semoga melalui Maulid Nabi Besar SAW, bisa membangkitkan kita, untuk cepat sadar diri dan lepaskan pikiranmu seluas – luasnya, jangan kalian hanya puas berenang di kolam yang sempit itu. Padahal Allah SWT menciptakan lautan yang sangat luas dan dalam untuk generasi bangsa untuk dikelola dengan baik,” pungkas Kol. Arh Toto Raharjo.
Sebelumnya, dalam acara Maulid ini, ada pembacaan Al Qur’an Surat Al Ahzab 38 -45 oleh Ferdiansyah, mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam UISU Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, laporan Ketua Panitia H. Ikrom Helmi Nasution, SH dan penyampaian Kisah Maulid Nabi Besar SAW oleh mahasiswa.
Kemudian, Sambutan dari Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin MAP dan Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Prof. Ismet Daniel Nasution, drg.,PhD. SP Pros(k), FICD dalam sambutannya mengulas sejarah pendirian UISU hingga sekarang ini.
Acara selanjutnya, Tausiyah dan doa, Ustadz Zul Arafah. Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan lancar, turut dihadiri dewan pembina UISU, Pemangku Sultan Deli XVI Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj Gelar Tengku Raja Muda Deli, Wakil Rektor, Dekan, para civitas akademisi dan para mahasiswa. (Wl)








