KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Sebuah langkah baru dalam pengembangan masyarakat berbasis pendidikan tinggi resmi dimulai di Kabupaten Asahan. Untuk pertama kalinya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengirimkan Tim Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke daerah tersebut sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa.
Sebanyak 24 mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai disiplin ilmu akan melaksanakan pengabdian selama 50 hari di Kabupaten Asahan. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, dalam acara penerimaan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Minggu (21/6/2026).
Program ini menjadi tonggak penting karena menandai awal kerja sama pengabdian masyarakat antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Asahan. Melalui pendekatan pemberdayaan, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menggali potensi serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.
BACA JUGA: Asahan Ulurkan Tangan untuk Bireuen, Bantuan Rp30 Miliar Diharapkan Percepat Pemulihan Pascabencana
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan ditempatkan di tiga desa yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, yakni Desa Tangga, Desa Aek Songsongan, dan Desa Perkebunan Bandar Pulau. Ketiga desa tersebut akan menjadi lokasi berbagai program yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, hingga peningkatan kesejahteraan warga.
Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Djaka Marwasta, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Asahan kepada rombongan mahasiswa. Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting bagi keberhasilan program pengabdian yang akan dijalankan.
Menurutnya, pelaksanaan KKN-PPM di Asahan merupakan pengalaman baru bagi UGM sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ini merupakan kali pertama UGM melaksanakan KKN-PPM di Kabupaten Asahan. Kami berharap para mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memperoleh bimbingan dari pemerintah daerah sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Dr. Djaka juga mengungkapkan kebanggaannya karena sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan merupakan alumni UGM. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara kampus dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM, Ridwan Maulana, mengaku seluruh peserta memiliki semangat tinggi untuk belajar sekaligus mengabdi di tengah masyarakat Asahan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa siap beradaptasi dengan lingkungan baru dan menggali berbagai potensi yang dimiliki desa lokasi penempatan.
“Kami datang untuk belajar sekaligus berbagi. Kami berharap mendapatkan arahan dan dukungan dari seluruh pihak agar kegiatan pengabdian yang kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN harus dimaknai lebih dari sekadar pelaksanaan kewajiban akademik. Menurutnya, pengabdian masyarakat merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami secara langsung kondisi sosial yang dihadapi masyarakat.
Rianto menekankan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari kehidupan warga sehingga dapat memahami kebutuhan serta permasalahan yang ada secara lebih mendalam.
Selain itu, ia mendorong para mahasiswa untuk memetakan dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki desa. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
“Mahasiswa harus mampu melihat peluang yang ada di desa, kemudian menghadirkan ide dan inovasi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah esensi pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Rianto juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar selalu menghormati norma adat, budaya, dan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat. Menjaga etika, menjalin komunikasi yang baik, serta membawa nama baik almamater menjadi hal yang harus dijunjung tinggi selama menjalankan tugas.
BACA JUGA: Akurasi Data Jadi Prioritas, Pemkab Asahan Perkuat Kolaborasi Menyongsong Sensus Ekonomi 2026
Lebih lanjut, Wakil Bupati meminta para camat dan kepala desa di lokasi penempatan untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa agar seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Asahan menaruh harapan besar terhadap program KKN-PPM UGM ini. Perpaduan antara pengetahuan akademik, semangat pengabdian generasi muda, serta dukungan pemerintah dan masyarakat diyakini mampu melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan desa.
Kehadiran mahasiswa UGM di Asahan bukan hanya menjadi ruang belajar bagi peserta KKN, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi yang dapat mempercepat pemberdayaan masyarakat. Dari tiga desa yang menjadi lokasi pengabdian, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat kapasitas masyarakat, serta menciptakan pembangunan desa yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari








