Irwansyah juga menyampaikan beberapa sebab mengapa di wilayahnya minat baca masyarakatnya memerlukan perhatian. Pertama, di Nias akses mendapatkan buku sulit. Kedua, banyak anak-anak yang tidak terpantau orangtuanya yang bekerja. Karena itu juga, pihaknya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat dan kini telah memiliki dampak positif bagi masyarakat.
Senada dengan Irwansyah, Tengku Muhammad Faisal pegiat literasi dari Kabupaten Langkat juga menyampaikan kendalanya, yakni kekurangan buku. Selama ini, pihaknya bergerak dengan keterbatasan. “Jadi kami harapkan dukungan Ibu Nawal agar minat baca di daerah pesisir ini semakin meningkat,” kata Faisal.
BACA JUGA: Ketua TP PKK Sumut Ajak Para Ibu Hamil Segera Divaksin Serta Taat Prokes
Ketua Forum Taman Baca Sumut Ismail Pong menyampaikan, gerakan literasi mestinya kini mengarah ke pemberdayaan. Artinya, setiap pengetahuan yang didapat, diharapkan dapat digunakan di dunia nyata.
Ismail mencontohkan, ada seorang pegiat literasi dari wilayah Timur Indonesia. Ia tidak hanya meningkatkan literasi masyarakat, namun juga memotivasi masyarakat untuk melakukan perubahan pada dirinya masing-masing.
Gebyar Hari Kunjung Perpustakaan tersebut diadakan selama tiga hari. Adapun kegiatan yang diadakan di antaranya pembacaan cerita dan menyapa pegiat literasi, bedah buku, pemaparan mengenai literasi, membaca cepat (speed reading) hingga membaca nyaring (reading aloud). (ika)








