LABUHANBATU | kliksumut.com – Terkait teror Orang Tak Kenal (OTK) kepada wartawan waspada online Rifiq Syahri baru-baru ini seperti pada pemberitaan sebelumnya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara Farianda Putra Sonik berikan respon kepada wartawan yang bertugas diwilayab Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) itu.
Diketahui, teror yang dilakukan OTK melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan itu berisikan kalimat yang tidak senonoh bahkan mengarah kepada pengancaman, hingga menimbulkan rasa was-was pada dirinya.
BACA JUGA: Akibat Publikasikan Mafia BBM, Wartawan Waspada Online Diteror OTK
Minggu (12/11/2023) pagi si pesan chat WhatsApp melontarkan kata-kata tidak senonoh.
Menanggapi hal itu, Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik, SE melalui Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Amrizal SH MH, Minggu (12/11/2023) malam spontan merespon tindakan teror yang dilakukan OTK kepada wartawan tersebut.
“ Terkait teror tersebut sudah disampaikan dan diketahui oleh Ketua PWI Sumut, kami akan terus memantau perkembangannya, untuk itu wartawan tersebut harus berjaga diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Lanjut Amrizal, teror itu dilakukan diduga dikarenakan adanya pemberitaan di media Waspada Online yang mengkritisi oknum mafia BBM Solar Subsidi yang melibatkan salah seorang oknum pejabat dan perusahaan.
“Kita terus monitoring, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika ada terjadi sesuatu pada wartawan itu termasuk melukai fisik, akan dilakukan upaya hukum agar polisi mengusut tuntas kasusnya,” kata Amrizal.
BACA JUGA: Ketua SMSI Sumut: Kapoldasu Segera Evaluasi Kasat Narkoba Polres Langkat Yang Menghina Media Dan Profesi Wartawan.
Amrizal yang diketahui juga sebagai Ketua LBH PWI Sumut ini menyebutkan, pihaknya telah menghubungi Rifiq Syahri SH wartawan Waspada Online korban teror OTK itu melalui panggilan whatsapp, hal itu dilakukan untuk mengambil keterangan dari korban tentang kronologi hingga terjadinya teror.
“Ya, saya sudah mengkonfirmasi yang bersangkutan. Menurutnya ada kaitan dengan pemberitaan yang terfokus pada dugaan mafia serta oknum pejabat,” cetusnya. (RDs)








