KLIKSUMUT.COM | MANDAILING NATAL ~ Gagasan tokoh masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) menghadirkan perguruan tinggi akhirnya terealisasi. Setelah merintis sejak 2022, Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) berhasil memperoleh izin pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah Natal dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada akhir 2025.
Warisan Ulama dan Tokoh Nasional
Pantai Barat Madina terkenal sebagai daerah kelahiran banyak ulama sufi dan tokoh nasional berpengaruh. Beberapa di antaranya adalah Syekh Abdul Fattah (1765–1855), Syekh Abd Malik Baleo Natal (1825–1910), serta intelektual nasional seperti Sutan Takdir Alisyahbana, Sutan Syahrir, dan Sutan Nur Alamsyah.
Kehadiran STAI di kawasan ini menjadi langkah strategis untuk melanjutkan tradisi pendidikan dan keilmuan di daerah tersebut.
Tingkat Pendidikan dan Tantangan Generasi Muda
Kehadiran STAI ini juga muncul oleh minimnya pendidikan generasi muda Pantai Barat. Data Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan hanya sekitar 16 persen lulusan SLTA sederajat yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mayoritas lainnya terkendala faktor ekonomi.
Dengan adanya STAI Syekh Abdul Fattah, diharapkan akses pendidikan tinggi menjadi lebih merata dan kualitas sumber daya manusia meningkat.
Persiapan dan Harapan Pihak Yayasan
Ketua Umum YP2BM, Ir. H. Hasrul Hasan, MM, berharap STAI Syekh Abdul Fattah Natal mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, religius, serta memiliki wawasan kebangsaan.
“Kehadiran kampus ini menjadi jalan keluar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Pantai Barat Mandailing Natal,” ujarnya.
Hasrul Hasan juga mengajak masyarakat Pantai Barat Madina, baik di dalam maupun luar negeri, memberikan dukungan dan doa demi terwujudnya cita-cita besar ini.
“Ke depan, YP2BM melalui STAI Syekh Abdul Fattah Natal membuka peluang pengembangan program studi lain. Studi itu relevan dengan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, dan pertambangan,” paparnya.
Sementara Ketua Dewan Pembina YP2BM, Amrun Daulay, menekankan bahwa izin operasional hanyalah langkah awal.
“Kita minta seluruh pihak bersatu dan mengoptimalkan potensi agar perkuliahan perdana pada September 2026 dapat berjalan lancar,” harapnya.
Sekretaris Dewan Pembina YP2BM, Drs. H. Syariful Mahya Bandar, M.AP, menambahkan pihak yayasan segera mempersiapkan sarana dan prasarana untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang demi kelancaran proses akademik.
Sedangkan Prof. Haidar Putra Daulay juga menekankan pentingnya penyusunan kurikulum, silabus, muatan lokal, statuta kampus, dan persiapan penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari tahapan awal operasional perguruan tinggi. (KSC)
REPORTER: Arif Genta Buana








