Sinergi Pendidikan dan Industri: Strategi Asahan Mencetak Tenaga Kerja Berdaya Saing Global

Sinergi Pendidikan dan Industri: Strategi Asahan Mencetak Tenaga Kerja Berdaya Saing Global
Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menunjukkan langkah progresif dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Di tengah arus perubahan dunia kerja yang cepat, persoalan pengangguran dan kesenjangan kompetensi menjadi isu yang tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan konvensional.

Menyadari hal tersebut, Pemkab Asahan mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Upaya ini tercermin dalam sebuah forum dialog yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi industri. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman.

BACA JUGA: Menggeser Paradigma: Menakar Ambisi Asahan Menuju Era “AI-Ready” di EduDay 2026

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan bahwa paradigma lama yang mengandalkan ijazah sebagai tolok ukur utama kelayakan kerja kini tidak lagi memadai. Dunia kerja modern menuntut lebih dari sekadar kualifikasi formal; keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penentu keberhasilan.

Dalam konteks ini, transformasi keterampilan melalui upskilling dan reskilling menjadi sebuah keniscayaan. Tenaga kerja lokal dituntut untuk terus mengembangkan diri agar tidak tertinggal, bahkan mampu bersaing di tingkat global.

Rianto menekankan bahwa keberhasilan mencetak SDM unggul tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan harus melalui ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sekolah kejuruan dan perguruan tinggi diharapkan mampu merespons dinamika industri yang terus berubah, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi.

Menurutnya, salah satu momen yang mencuri perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan paspor secara simbolis kepada empat pemuda asal Asahan yang akan bekerja di Jepang.

“Peristiwa ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol terbukanya peluang global bagi putra daerah yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai standar internasional,” katanya, Selasa (7/4/2026)

Keberangkatan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, bahwa batas geografis bukan lagi penghalang untuk meraih karier yang lebih luas. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk menembus pasar kerja internasional semakin terbuka lebar.

Melalui inisiatif ini, Pemkab Asahan juga berupaya merumuskan peta jalan ketenagakerjaan yang lebih terarah. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal, baik di tingkat nasional maupun global.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Akselerasi Transparansi: Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sumut, Bidik Tata Kelola Paripurna

Sebagai penutup, diskusi panel yang menghadirkan berbagai perspektif industri memberikan gambaran konkret mengenai kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini.

Informasi ini menjadi bekal penting bagi para pendidik dalam menyesuaikan metode pengajaran, sekaligus membantu peserta didik mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Langkah yang diambil Pemkab Asahan ini menegaskan bahwa investasi terbesar suatu daerah terletak pada kualitas manusianya. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, cita-cita mencetak tenaga kerja unggul bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. (KSC)

Reporter: Dinda Meyla Sari

Pos terkait