KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Transformasi industri perkebunan tidak lagi hanya berbicara soal produktivitas dan keuntungan, tetapi juga menuntut pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang memahami prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) pun semakin penting.
Kehadiran program studi (prodi) S3 Pertanian Berkelanjutan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (FP UISU) dinilai dapat menjawab kebutuhan tersebut, khususnya dalam menyiapkan SDM yang mampu mengembangkan pertanian dan perkebunan dengan pendekatan berkelanjutan.
Komisaris Utama PTPN III (Persero)/Holding, Dr. Ir. Ali Jamil MP PhD menyampaikan apresiasi atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Kemendiktisaintek tentang izin pembukaan program studi Pertanian Berkelanjutan pada Juli 2026.
BACA JUGA: UISU Terpilih sebagai PT Pilihan Penyelenggara Beasiswa SDM Sawit 2025
Disebutkannya, kehadiran program doktor ini menjadi penyempurnaan jenjang pendidikan di FP UISU yang sebelumnya telah memiliki prodi S1, Agroteknologi, Agribisnis, dan Teknologi Hasil Pertanian serta S2 Agroteknologi dan Agribisnis. Akreditasi Unggul diperoleh untuk Prodi Agroteknologi dan Agribisnis baik Program S1 maupun S2″,” kata Ali Jamil, Senin (21/9/2026).
Sebagai salah seorang alumni Fakultas Pertanian UISU angkatan 1984, Ali Jamil menilai prodi S3 Pertanian Berkelanjutan memiliki kekhususan karena secara langsung berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Alhamdulillah, selamat kepada Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara atas terbitnya SK Kemendiktisaintek tentang Izin Pembukaan Program Studi Pertanian Berkelanjutan pada Juli 2026 yang baru lalu,” ujar Ali Jamil.
Ia mengatakan isu lingkungan juga menjadi bagian penting dalam arah pembangunan nasional, termasuk sebagaimana tercantum dalam Asta Cita ke-8 Presiden Prabowo, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Bagi PTPN Group yang bergerak di sektor perkebunan dari hulu hingga hilir, kata Ali Jamil, keberadaan Prodi S3 Pertanian Berkelanjutan memiliki arti strategis.
Lulusan program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebutuhan SDM yang memahami sekaligus mampu menerapkan prinsip keberlanjutan dalam transformasi bisnis perkebunan.
Bagi PTPN Group yang bergerak dalam sektor perkebunan (Hulu-Hilir), katanya keberadaan S3 Pertanian Berkelanjutan sangat strategis karena melahirkan SDM yang memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi bisnis perkebunan.
Menurutnya, arah pengembangan perkebunan saat ini dan ke depan semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dalam pengelolaan usaha.
Pendekatan tersebut mencakup keseimbangan tiga prinsip utama yang dikenal sebagai Triple Bottom Line, yakni People yang berkaitan dengan sosial dan manusia, Planet atau lingkungan, serta Profit atau aspek ekonomi.
Penerapan ketiga prinsip tersebut membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam riset dan praktik pengelolaan pertanian maupun perkebunan.
“Menariknya adalah UISU hadir dalam penyediaan SDM yang memahami pengelolaan pertanian secara berkelanjutan. Sumber Daya Alam yang merupakan karunia Tuhan dan menjadi aset dalam bisnis perkebunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.
BACA JUGA: FP UISU Gelar Seminar Nasional dalam Rangka Milad ke 60 Tahun
Ali Jamil yang pernah menjabat Kepala Badan Karantina Pertanian, Direktur Jenderal PSP, dua kali Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Sekretaris Jenderal (Sekjen), serta sederetan jabatan struktural lainnya di Kementerian Pertanian RI, juga melihat keberadaan prodi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat riset-riset pertanian berkelanjutan, khususnya di bidang perkebunan.
Ia pun mengajak masyarakat Sumatera Utara, khususnya alumni FP UISU, dan universitas lainnya, serta para pemerhati pertanian untuk memanfaatkan hadirnya program doktor itu yang dipimpin Ketua Prodi Prof. Dr. Ir. Nurhayati, MP.
Menurut Ali Jamil, program ini tidak hanya dapat menjadi ruang pengembangan riset pertanian berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam menghasilkan teknokrat yang dibutuhkan untuk pengembangan penerapan ESG di sektor perkebunan. (KSC)
Reporter: Swisma








