Putri Kusuma Wardani Tersingkir di 32 Besar China Open 2025, Akui Fokus Masih Jadi PR Utama

Putri Kusuma Wardani Tersingkir di 32 Besar China Open 2025, Akui Fokus Masih Jadi PR Utama
Putri Kusuma Wardani (kliksumut.om/Dok PBSI)

KLIKSUMUT.COM | CHANGZHOU – Harapan Putri Kusuma Wardani untuk menembus perempatfinal China Open 2025 pupus setelah tumbang dari pebulutangkis Korea Selatan, Sim Yu Jin, dalam laga babak 32 besar yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Selasa (22/7/2025).

Pertarungan berlangsung sengit. Putri sempat menunjukkan perlawanan kuat dengan memaksakan rubber game. Sayangnya, di gim penentu ia tak mampu menjaga konsistensi dan harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 14-21, 21-14, 19-21.

“Di lapangan seperti yang saya bilang kemarin, hembusan angin sangat terasa. Menang kalah anginnya ada, tidak seperti di Jepang yang normal,” ujar Putri dalam keterangan resmi usai pertandingan.

BACA JUGA: Empat Wakil Indonesia Tampil di Japan Open 2025 Hari Ini, Ginting Hadapi Tuan Rumah!

Putri mengungkapkan bahwa Sim Yu Jin tampil sangat taktis dan berhasil membatasi permainan bola atas miliknya. Strategi spekulatif yang diterapkan lawannya menjadi tantangan berat sejak awal laga.

Bacaan Lainnya

“Dari pola, Sim Yu Jin sangat membatasi bola atas saya dan spekulasinya dia cukup menyulitkan dari awal sampai terakhir,” ucapnya.

Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan setelah pekan lalu Putri berhasil mencapai babak perempatfinal di Japan Open. Bahkan target untuk menyamai prestasinya di Indonesia Open 2025, yakni menembus delapan besar, juga gagal direalisasikan.

“Di poin-poin akhir gim ketiga pengembalian saya banyak yang membuat enak dia, saya kurang membaca pergerakan sehingga dia bisa mendapat kesempatan untuk merancang serangan,” tutur Putri soal kekurangannya dalam laga ini.

Putri yang kini menghuni peringkat 10 dunia menyadari bahwa inkonsistensi fokus menjadi hambatan utama dalam dua turnamen terakhir. Evaluasi ini ia anggap sebagai pekerjaan rumah (PR) besar untuk dibenahi ke depan.

“PR saya masih sama dari dua turnamen ini, fokus dan konsisten bermainnya. Poin-poin krusial yang harusnya bisa saya ambil tapi karena fokus dan konsistennya masih naik-turun jadi kalahnya seperti ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Anthony Ginting Juara Singapore Open 2023

Evaluasi untuk Turnamen Berikutnya

Kegagalan ini bukan akhir bagi Putri. Ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki mental bertanding, terutama dalam menghadapi tekanan di poin-poin akhir.

Dukungan publik Indonesia masih sangat besar terhadap Putri Kusuma Wardani, yang diproyeksikan sebagai salah satu tumpuan masa depan sektor tunggal putri. Dengan jadwal turnamen yang padat menuju akhir tahun, Putri memiliki peluang besar untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di turnamen-turnamen selanjutnya seperti Denmark Open dan French Open. (KSC)

Pos terkait